PROFESI-UNM.COM – Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momen yang dinantikan umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah. Bagi mahasiswa, periode ini menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah kesibukan perkuliahan dan aktivitas kampus.
Mahasiswa mulai memaksimalkan berbagai amalan untuk menyempurnakan ibadah pada penghujung Ramadan. Selain menjalankan salat wajib, mereka juga memperbanyak amalan sunnah seperti salat malam serta memperbanyak doa pada malam hari.
Sebagian mahasiswa juga memanfaatkan waktu malam dengan mengikuti kegiatan keagamaan di masjid, seperti i’tikaf, serta kajian Islam yang biasanya berlangsung selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, mahasiswa tetap berusaha mengatur waktu agar kewajiban akademik tidak terbengkalai. Banyak mahasiswa memanfaatkan waktu setelah sahur atau menjelang berbuka mengerjakan tugas kuliah sehingga malam hari dapat lebih difokuskan untuk beribadah.
Selain meningkatkan ibadah secara pribadi, mahasiswa juga memperbanyak kegiatan sosial selama Ramadan. Mereka terlibat dalam kegiatan berbagi takjil, bersedekah, hingga mengikuti program sosial bersama organisasi kemahasiswaan.
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang besar karena pada malam-malam tersebut terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Melalui berbagai upaya tersebut, mahasiswa berharap dapat memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan untuk memperbaiki diri serta menjadikan bulan suci ini sebagai momentum meningkatkan kualitas spiritual dan kehidupan sehari-hari. (*)
*Reporter: M. Yaskhur







