PROFESI-UNM.COM – Pinisi Debating Society (PDS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menetapkan Muh. Fahri Fauzan sebagai formatur presiden terpilih melalui forum Musyawarah Besar, Rabu (18/2), setelah organisasi menghadapi persoalan keberlanjutan kepengurusan pada periode sebelumnya.
Fahri mengungkapkan bahwa momen terpilihnya sebagai formatur merupakan mandat yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya. Ia menjelaskan suasana forum pemilihan berlangsung dinamis dan sempat tidak kondusif.
“Pemilihan berlangsung dinamis namun sempat juga tidak kondusif, dipicu karena adanya ketidaksiapan dari beberapa calon,” ujarnya.
Menurut Fahri, situasi tersebut mendorong anggota melakukan konsolidasi dan lobi intensif sehingga fokus forum bergeser menuju upaya guna menyelesaikan persoalan keberlanjutan organisasi.
“Fokus kami bukan lagi soal siapa paling menonjol. Akan tetapi, siapa yang siap berkorban agar roda organisasi tetap berputar dan terjaga,” imbuhnya.
Sebagai formatur terpilih, Fahri memprioritaskan restorasi soliditas internal melalui penguatan hubungan antaranggota. Ia juga menargetkan peningkatan branding PDS sebagai ruang pengembangan retorika dan berpikir kritis.
“Saya merasa mahasiswa akan rugi jika tidak bergabung karena kami akan memposisikan PDS bukan sekadar unit debat, melainkan ruang retorika, portofolio, personal branding, dan jaringan koneksi yang luas,” tuturnya.
Ia menyampaikan harapan agar PDS mampu keluar dari fase kritis. Lebih lanjut, mampu bertransformasi menjadi organisasi yang lebih solid serta berdampak bagi pengembangan mahasiswa.
“Saya berharap PDS menjadi rumah bertumbuh bagi anggota sehingga dedikasi lahir dari rasa memiliki. Juga, mampu meningkatkan prestasi mahasiswa dan mengharumkan nama UNM,” pungkasnya.(*)
*Reporter: Ratna Wulandari








