PROFESI-UNM.COM – Ketua Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Abidah, menjadi pembicara dalam Internasional Online Webinar Series 1 bertajuk ‘Heritage Futures: Conserving Culture for Sustainable Communities’. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Senin (23/2).
Webinar Internasional ini diselenggarakan oleh Caseh-Perzim dan menghadirkan akademisi Vellore Institute of Technology India, serta Univesiti Teknologi Malaysia. Selain itu, sebanyak 50 peserta dari berbagai negara mengikuti kegiatan tersebut dan membahas pelestarian budaya dalam mendukung komunitas berkelanjutan.
Abidah membawakan materi berjudul ‘Beyond Dwelling: Cultural Identity and Spiritual Place Attachment‘. Ia menegaskan bahwa rumah tiang tunggal bukan sekadar bangunan fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumah itu menjadi ruang pembentuk identitas dan ingatan kolektif masyarakat Bugis. Oleh karena itu, Makna sakral tidak hanya dari jarak geografis, tetapi oleh praktik sosial dan spiritual yang terus berlangsung,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa secara spasial membangun rumah tiang tunggal umumnya di kawasan hutan yang berfungsi sebagai zona transisi antara ruang profan dan ruang sakral. Lanskap tersebut memperkuat batas spiritual sekaligus menjaga keberlanjutan praktik ritual seperti zikir dan aktivitas sufistik.
Menurutnya, perubahan konteks fisik di sejumlah wilayah seperti Enrekang, Sinjai, Soppeng, dan Wajo akibat ekspansi permukiman tidak serta-merta menghilangkan nilai kesakralan bangunan tersebut.
“Lanskap dan arsitektur menyatu dalam sistem makna kolektif masyarakat Bugis. Selama praktik spiritual itu tetap jalan, identitas dan kesakralannya akan terus terpelihara,” jelasnya. (*)
*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh







