PROFESI-UNM.COM – Empat gabungan mahasiswa dari Fakuktas Teknik (FT) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) torehkan prestasi Gold Award dalam International Innovation Comptition in Education 2026.
Tim berasal dari dua program studi berbeda, yakni Miftoh Nurrazzaq dan Nur Syuszwana dari prodi Pendidikan Matematika ICP juga Andi Azizah Latifah bersama Nadila dari prodi Teknik Komputer.
Miftof Nurrazzaq selaku ketua tim mengatakan inovasi berasal dari hasil identifikasi masalah siswa yang hingga kini banyak siswa belum memahami konsep geometri matematika.
“Kami mulai mengidentifikasi masalah pembelajaran. Dimana latar belakang utama Geoculture-AR adalah rendahnya pemahaman siswa akan konsep geometri khsusnya materi bangun ruang yang bersifat abstrak,” jelasnya kepada Kru Profesi.
Selain itu, dalam wawacaranya ia juga menjelaskan 3 komponen yang berperan aktif dalam inovasi Geocultural-AR. Pertama mereka menggunakan Etnomatematika yang menguhungkan teori dan budaya. Artificial Intelligence (AI) sebagai asisten belajar dan Augmented Reality (AR) berfungsi untuk memvisualisasikan bentuk dalam 3 dimensi.
“Kombinasi antara ketiga komponen itu kami harap dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Selain itu, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital,” ucapnya.
Terakhir, Ia mengungkapkan gabungan antara Etnomatematika, AI dan juga AR. Gabungan ini menjadi bentuk keunggulan dari inovasi mereka yang termuat dalam satu platform pembelajaran.
“Nilai inovasi, kebermanfaatan dan relevansi terhadap kebutuhan pendidikan menajdi kekuatan utama produk kami,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin








