PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa yang memasuki Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 1981, Asia Ramli Prapanca juga merupakan salah satu alumni kebanggaan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM. Ia menjadi tokoh penting dalam transformasi media cetak Profesi.
Semasa kuliah, Asia Ramli merawat bakat dan minatnya di dunia teater. Sehingga, dedikasi itu terus berlanjut hingga kini ia dikenal luas sebagai sastrawan, sutradara, sekaligus pendiri Teater Kita Makassar pada tahun 1993.
Kiprahnya dalam dunia jurnalistik mulai menonjol pada 1982 ketika ia menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Dinding (Mading) Sari. Kemudian, pada masa itu pula ia sudah menjadi pembaca setia Buletin Profesi yang kala itu dinakhodai oleh Abdullah Dolla sebagai Pemimpin Umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika kepemimpinan redaksi Profesi beralih ke tangan Syafiuddin, Asia Ramli mendapat mandat untuk memegang kendali bagian tata letak . Kepercayaan ini tak lepas dari rekam jejaknya yang sangat aktif memublikasikan tulisan di mading kampus.
Tahun 1984 menjadi masa-masa sulit bagi Profesi. Rektor melarang buletin Profesi terbit sebab memuat sebuah karikatur yang memelesetkan akronim KKN menjadi NKK. Larangan ini tepat dengan larangan ketat bagi seluruh aktivis mahasiswa dari berbagai unit kegiatan untuk menginap di area kampus.
Memasuki 1985, para pengelola Buletin Profesi satu per satu menyelesaikan studinya, menyisakan Asia Ramli seorang diri. Di tengah kevakuman tersebut, ia dipanggil oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang memintanya untuk kembali menghidupkan dan menerbitkan Buletin Profesi.
Oleh karena itu, tanpa membuang waktu ia segera bergerak cepat. Asia Ramli mengumpulkan deretan aktivis yang gigih di dunia penulisan, seperti Lang Gassa, Marting Thalib, Asri Tawang, dan Ady Soedargo, serta Yabu Em yang terkenal andal dalam membuat ilustrasi.
Pada titik inilah sejarah baru terukir dalam media cetak Profesi. Berubahnya Format Buletin Profesi menjadi surat kabar berbentuk tabloid adalah wajah baru Profesi yang sukses bertahan hingga hari ini. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







