PROFESI-UNM.COM – Pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjadi momentum penegasan arah baru pendidikan tinggi di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Phinisi UNM secara Hybrid tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Kemdiktisaintek serta pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah, Selasa (30/6)
Dalam sambutannya, Brian Yuliarto, Sebagai Menteri Diktisaintek menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup menjalankan fungsi pendidikan semata saja. Akan tetapi, juga harus menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, menilai perubahan global melalui perkembangan kecerdasan buatan, teknologi material, energi, serta dinamika geopolitik menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi lebih cepat.
Menurutnya, keunggulan suatu bangsa saat ini tidak lagi ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menghasilkan talenta unggul, riset yang menjawab berbagai persoalan masyarakat. Selain itu, inovasi yang dapat dunia industri manfaatkan dan mendukung pembangunan nasional.
“Kampus harus bergerak bersama menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan nasional,” ujarnya.
Menteri juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Ia mendorong penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mengarahkan penelitian pada prioritas pembangunan nasional.
“Perkuatlah sinergi dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Selaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia nyata dan arahkan riset untuk mendukung prioritas pembangunan,” tuturnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi perguruan tinggi dari Teaching University menuju Research University. Ini dapat berkembang menjadi Entrepreneurial University yang berorientasi pada dampak.
“Jadikan kampus inklusif, adaptif, dan berdampak, yang berani berevolusi dari Teaching University menuju Research University, hingga menjadi Entrepreneurial University,” tegasnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari aktivitas akademiknya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.(*)
*Reporter: Muhammad Yusran







