PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Berlawan menjadikan evaluasi hingga penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar di Fly Over Makassar, Selasa (23/6).
Program tersebut belum menjadi solusi prioritas di tengah berbagai persoalan nasional yang lebih mendesak. Dalam aksi itu, massa menilai anggaran besar yang pengalokasikan untuk MBG seharusnya dapat terlebih dahulu pada sektor yang lebih mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat kecil yang saat ini masih tertekan.
Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Berlawan, Anreyza Yusri, mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan tersebut secara menyeluruh agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menuntut penghapusan MBG karena kami melihat masih banyak persoalan mendasar yang lebih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” katanya.
Menurutnya, kondisi pendidikan yang belum merata, biaya kuliah yang tinggi. Selain itu, akses layanan kesehatan yang masih terbatas menunjukkan bahwa prioritas anggaran negara perlu adanya peninjaun ulang.
“Bukan berarti kami menolak kebutuhan gizi, tetapi ada urgensi lain yang lebih mendesak dan langsung masyarakat rasakan secara luas,” tegasnya.
Massa aksi juga menilai kebijakan publik harus berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program populis. Ini yang dampaknya belum sepenuhnya masyarakat rasakan secara menyeluruh.
Pascademontrasi massa aksi berharap pemerintah lebih terbuka terhadap kritik. Selain itu, menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam menentukan arah pembangunan (*).
*Reporter : M. Yaskhur







