PROFESI-UNM.COM – Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar resmi memperkenalkan Program Studi baru, yakni S1 Etnomusikologi. Prodi ini dikenalkan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa yang ingin memahami musik lebih jauh, tidak hanya sebagai bunyi, tetapi sebagai bagian dari budaya, teknologi, dan perkembangan industri kreatif.
Presiden BEM Kema FSD UNM, Fadil Adinata D, menanggapi rencana pembukaan prodi tersebut. Ia mengatakan bahwa pembukaan program studi baru merupakan langkah baik, namun tetap perlu adanya kesiapan fasilitas yang memadai.
“Sebelum kampus membuka program studi baru, sebaiknya perhatikan dulu kondisi ruang belajar dan fasilitas yang sudah ada. Mahasiswa masih membutuhkan ruang kuliah dan ruang praktik yang lebih memadai,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fadil menjelaskan bahwa memperkuat beberapa kebutuhan dasar seperti ruang praktik, studio, dan peralatan pendukung kesenian masih harus terlaksana di lingkungan FSD. Menurutnya, hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan sesuai standar.
“Etnomusikologi tentu membutuhkan fasilitas khusus. Kami berharap persiapannya benar-benar diperhatikan agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa masukan ini bukan bentuk penolakan, melainkan bagian dari perhatian mahasiswa terhadap kualitas pendidikan.
“Kami mendukung pengembangan ilmu dan pembukaan prodi baru, tapi tetap harus siap supaya mahasiswa yang nantinya masuk bisa belajar dengan nyaman,” tambahnya.
Terakhir, Fadil berharap pihak fakultas dan universitas dapat memastikan seluruh kebutuhan teknis terpenuhi sebelum prodi tersebut mulai berjalan.
“Harapan kami sederhana, semoga pembukaan prodi baru ini benar-benar memberi manfaat dan bukan sekadar penambahan program. Selama fasilitas siap, mahasiswa pasti akan sangat terbantu” harapnya.
*Reporter: Nurul Aenun Mardia







