PROFESI-UNM. COM – Kegiatan klinik proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan dosen Universitas Gadjah Madah (UGM) Hayatul Cholsy. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Sabtu (6/4).
Dalam pemaparannya pematerinya, ia menekankan bahwa ketelitian administratif menjadi kunci awal. Oleh karena itu, banyak proposal gugur hanya karena kelengkapan dokumen.
“Kelengkapan berkas sangat penting. Proposal harus lengkap dan sesuai dengan format, ikuti syarat administrasi,” tekannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kesalahan kecil seperti lampiran yang tidak ada dapat langsung menggugurkan proposal pada tahap awal seleksi. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa menggunakan panduan terbaru sebagai acuan utama dalam penyusunan proposal yang terajukan nantinya.
“Panduan terbaru yang 2026 harus sesuai dengan proposal. Harus ada benang merah antara judul, latar belakang, rumusan masalah, tinjauan pustaka, metode, dan luaran,” ujarnya.
Selain itu, dosen UGM ini menjelaskan penggunaan bahasa yang mudah dipahami juga menjadi perhatian agar proposal dapat dinilai dengan baik oleh reviewer lintas bidang. Penting untuk memahami sistem penilaian agar setiap poin dapat tersampaikan secara eksplisit dalam proposal yang terajukan nantinya.
“Gunakan bahasa yang semua orang dapat memahaminya dengan mudah, karena kemungkinan reviewer dari latar belakang yang berbeda. Semua yang dinilai harus ada tertulis atau tersurat di dalam proposal,” tegasnya kepada para tim PKM UNM. (*)
*Reporter: Ficka Aulia Khaerunnisa







