Gelar Seminar Keberagaman Kesetaraan Gender Jadi Penekanan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Para Pemateri di Seminar Keberagaman, (Foto: Ist.)

Potret Para Pemateri di Seminar Keberagaman, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengadakan Seminar Keberagaman dengan tema” Merajut Kebangsaan yang inklusif: Dialog lintas Iman, Budaya, dan Gender Masa Depan” yang bertempat di Gedung Hall A.P Pettarani ,pada Kamis (30/4).

Salah satu pemateri dalam kegiatan, Lusia Palulungan juga berprofesi sebagai advokat dan bantuan hukum gender struktural mengungkapkan perumpaan kesetaraan gender bisa dijelaskan dengan perbedaan penggunaan fasilitas seperti kamar kecil oleh laki laki dan perempuan.

“Laki laki tidak datang bulan. Jadi ketika dia menggunakan toilet, dia tidak perlu air yang banyak. Gitu ya. Belum lagi soal air bersih. Kalau tersedia air sedikit di toilet laki laki, itu memungkinkan kalau mereka buang air kecil. Tapi kalau sedikit air di toilet perempuan, bermasalah atau tidak buat perempuan? Pasti bermasalah” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan mengenai pentingnya kesetaraan gender dengan keterwakilan perempuan dengan menkampanyekannya sekaligus menjadi usaha dalam menghilangkan berbagai bentuk perlakuan tidak adil terhadap perempuan termasuk serangan dan penindasan.

“Kalau kita dengar ada keterwakilan perempuan 30%, maka itu bagian dari cara untuk mewujudkan kesetaraan gender itu. Berikutnya, nah ini adalah langkah promosi untuk kesetaraan gender. Yang pertama adalah berupaya menghapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk kekerasan dan eksploitasi.” tegasnya.

Baca Juga Berita :  Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Gelar Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah pada Guru

Terakhir, ia menyampaikan mengenai GESI yang berarti Gender Equality and Social Inclusion yaitu berupa pemahaman kesetaraan gender yang meliputi pengakuan keberagaman karakter individu.

“Dalam perspektif GESI, kita mengenal yang namanya interseksionalitas. Bahwa interseksionalitas ini adalah kompleksitas beragam identitas dan pengaruhnya terhadap pengalaman hidup seseorang” tutupnya. (*)

*Reporter: Muhammad Syarief

Berita Terkait

Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak
Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026
Wisuda Periode Juni 2026, Plt Rektor Ajak Lulusan Jadi Pembelajar Sejati
Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026
Kolaborasi Strategis UNM dan BRIN untuk Kemajuan Riset Indonesia 2045
Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat
Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare
HIMANIKA FT Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026 Lewat Program Irigasi Pintar Tenaga Surya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 23:22 WITA

Lewat Pena, MP Ekolibrium Dorong Lahirnya Peneliti Muda yang Kritis dan Berdampak

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:27 WITA

Mahasiswa BK Gagas Twin Classroom Passport dalam Ajang Indonesia-Singapore Essay Competititon 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:50 WITA

Wisuda Periode Juni 2026, Plt Rektor Ajak Lulusan Jadi Pembelajar Sejati

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:42 WITA

Mengenal Dunia Perkuliahan bagi Mahasiswa Baru 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:51 WITA

Kolaborasi Strategis UNM dan BRIN untuk Kemajuan Riset Indonesia 2045

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama di Momen Perayaan Harlah ke-18 LK FEB UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Usung Semangat Ekonomi Satu, LK FEB Rayakan Harlah ke-18 dengan Perkuat Solidaritas

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:38 WITA

Potret Foto Bersama Tim PPK Ormawa Himanika dan Pimpinan Fakultas (Foto: Int).

Fakultas Teknik

Lepas Tim PPK Ormawa, FT Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 23 Jun 2026 - 20:23 WITA