
PROFESI-UNM.COM – Menjadi seorang mahasiswa, rasanya tidak lengkap jika tidak menjadi seorang aktivis. Seorang aktivis akan terbiasa bekerjasama dengan orang lain, memiliki jiwa kepemimpinan dan bekerja dengan manajemen yang baik .
Pada perguruan tinggi yang ada di Indonesia, ada banyak organisasi atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bisa dijadikan sebagai wadah pengembangan potensi minat dan bakat yang kamu miliki. Di antara sekian jenis UKM yang ada di kampus, salah satu organisasi yang patut kamu coba yaitu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Utamanya bagi kamu yang hoby menulis, LPM adalah organisasi yang sangat tepat untuk kamu geluti.
Namun, dalam menjalankan profesi sebagai aktivis Pers mahasiswa (Persma) tentu memiliki segudang cerita suka maupun duka yang tidak dimiliki oleh mahasiswa lain. Berikut suka duka yang akan kamu dapatkan selama mengabdi di lembaga kuli tinta ini:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Menulis adalah kegiatan utama persma, jadi kamu dituntut untuk rajin membaca
Modal untuk memiliki tulisan yang bagus yakni dengan rajin membaca. Ketika menulis, kita dituntut untuk mencari referensi sebanyak mungkin, mulai dari buku, majalah, koran, website, novel dan sebagainya. Dengan sering membaca akan membuatmu kaya akan inovasi, inspirasi dan menambah wawasan anda.
2. Para aktivis pers mahasiswa selalu dikejar-kejar oleh deadline yang dobel, yaitu deadline menulis di media dan juga tugas-tugas kampus
Aktivis persma memiliki dua deadline, yakni tugas kuliah dan liputan. Kami dituntut untuk bekerja sesuai dengan timeline yang telah disepakati bersama, dan berjuang agar tulisan yang kita garap terbit tepat pada waktunya. Karena ketika terlambat dan molor, maka topik tersebut sudah tidak lagi aktual dan tidak menarik lagi untuk dibaca. Itu baru dikejar deadline di media, belum ditambah tugas-tugas kuliah kuliah yang juga menumpuk. Tapi semua itu adalah tantangan tersendiri bagi para aktivis persma.
3. Pers mahasiswa punya keberanian untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa kepada universitas. Tapi, mereka juga harus siap dengan berbagai risiko yang berat
Salah satu kode etik yang dijunjung tinggi dalam dunia pers adalah mengungkap kebenaran. Tak jarang beberapa mahasiswa menulis tentang kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa, fakta birokrasi yang seringkali timpang bak petinggi negara yang sesekali melakukan penyelewengan, dan tulisan lain yang seringkali dianggap kontroversi oleh pihak kampus.
Karena keberanian mereka untuk menyuarakan opini dan juga aspirasi mahasiswa, seringkali mereka harus membayar konsekuensinya. Mulai dari risiko berhadapan dengan rektor, DO, hingga ancaman akan dikeluarkan bisa saja mereka dapatkan. Mengungkapkan sebuah kebenaran itu ternyata tidaklah mudah, dan kebenaran memang harus dibayar mahal.
4. Selalu update dengan berita terbaru, karena topik dan isu yang hangat ibarat makanan pokok bagi para pers mahasiswa
Menjadi seorang wartawan mengharuskan kita untuk rajin mencari berita dan informasi yang sedang hangat dibicarakan. Wartawan haruslah menjadi sumber informasi bagi segenap sivitas akademika.
5. Di UKM ini kamu punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan banyak narasumber yang hebat. Bertemu dengan mereka membuat wawasanmu semakin luas dan tak terbatas
Informan atau narasumber adalah hal yang harus diperhatikan saat melakukan reportase. Menjadi wartawan memberi kesempatan kita untuk bertemu dengan orang-orang penting dengan segudang ilmu penting yang tak kita dapatkan dari bangku perkuliahan. Sehingga wawasan kita bertambah dan mendapat kesempatan yang langka yang belum tentu semua mahasiswa bisa mendapatkannya.
6. Siap-siap mengakrabkan diri dengan lembur hingga larut malam
Berteman dengan malam, dengan setumpuk deadline yang menumpuk membuat para aktivis persma harus berburu dengan waktu. Tak jarang lembur hingga larut malam untuk menyelesaikan sebuah liputan.
Kendati demikian, kegiatan akademik juga harus diperhatikan. Organisasi dan akademik keduanya saling melengkapi dan sama-sama memiliki peran penting bagi mahasiswa.
LPM Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) membuka pendaftaran peserta Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD). Kegiatan ini diperuntukkan kepada mahasiswa UNM semester I dan III yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik agar segera mendaftarkan dirinya. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi formulir pada laman Bit.ly/formulirDJMTD2018 (*).
*Reporter: Rara Astuti