Komponen kimiawi sel, (Foto: int.)

PROFESI-UNM.COM – Tahukah Anda, apa hubungan antara makanan yang Anda makan dan sel-sel yang ada dalam tubuh Anda? Semua makhluk hidup memerlukan makanan agar tetap hidup. apa pentingnya makanan itu? Makhluk hidup memerlukan makanan untuk menyuplai bahan-bahan kimia bagi sel-sel tubuhnya.

Sel memerlukan bahan-bahan kimia untuk menghasilkan energi dan untuk membentuk komponen-komponen sel serta sitoplasma baru. Apa saja bahan-bahan kimia tersebut? Semua sel memerlukan bahan-bahan kimia, antara lain air, protein, lemak, karbohidrat, garam-garam, dan vitamin atau turunannya.

1. Air
Air merupakan salah satu unsur terpenting dan merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel. Air adalah pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik, molekul-molekul air berperan dalam banyak reaksi kimia penting. Sebagai contoh, pada tumbuhan, molekul air dan karbon dioksida diperlukan untuk membentuk gula (karbohidrat). Pada hewan, air membantu penguraian dan pelarutan molekul- molekul makanan.

2. Protein
Protein merupakan unsur penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air. Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional.

Protein struktural adalah protein penyusun organel sel. misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom. Sementara itu, protein fungsional meliputi enzim-enzim. Enzim-enzim terdapat di membran, mitokondria, vakuola, dan sitoplasma. Enzim-enzim mengatur reaksi-reaksi kimia yang menjaga sel tetap hidup. Protein fungsional juga berperan dalam transpor melewati membran.

Semua protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen serta beberapa mengandung belerang. Molekul-molekul protein tersusun atas polimer-polimer asam amino yang membentuk ikatan peptida.

3. Lemak
Lemak memiliki peran penting dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel, walaupun jumlahnya relatif sedikit. Tetes lemak yang tersimpan di dalam sitoplasma merupakan sumber energi bagi sel. Lemak tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol).

4. Karbohidrat
Jumlah karbohidrat di dalam sel kira-kira hanya satu persen. Meskipun jumlahnya dalam protoplasma relatif kecil, karbohidrat merupakan penyusun terbesar makanan hewan. Di dalam sel, karbohidrat memiliki daya ubah dan manfaat yang tinggi sebagai energi untuk metabolisme sel. Pada sel tumbuhan, karbohidrat tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga penting sebagai unsur struktural, yaitu pembentuk dinding sel.

Semua karbohidrat hanya mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat umumnya terdapat dalam bentuk gula sederhana. Gula sederhana memiliki satu cincin karbon (disebut monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa. Dua molekul gula sederhana dapat bergabung membentuk disakarida. contohnya maltosa dan sukrosa.

Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa. Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel-sel hewan. Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan. Adapun selulosa adalah bahan pembentuk dinding sel tumbuhan.

5. Garam-garam
Garam-garam terdapat di dalam sel dalam bentuk ion-ionnya, misalnya natrium klorida (NaCl) terdapat di dalam sel dalam bentuk ion-ion natrium (Na”) dan ion-ion klorida (CI). Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas di dalam sel atau melekat pada molekul-molekul lain, seperti protein atau lemak.

Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel. Ion-ion fosfat (PO) berperan dalam reaksi transfer energi. Ion-ion kalsium, kalium, natrium terutama berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel, misalnya menanggapi rangsang atau menghantarkan impuls-impuls saraf.

6. Vitamin
Vitamin atau bahan-bahan turunannya berperan dalam reaksi-reaksi kimia di dalam sel, contohnya reaksi transfer energi dari satu senyawa menjadi senyawa lain. Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai

Tulisan ini dikutip di Buku Siswa “Menjelajah Dunia Biologi 2” Halaman 4 Oleh sri pujiyanto dan rejeki siti ferniah serta diterbitkan oleh PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri di Solo pada 2016. (*)

*Reporter: Firmansyah

Komentar Anda

Iklan