PROFESI UNM.COM – Arus informasi yang semakin cepat di era digital memudahkan mahasiswa mengakses berbagai berita dan opini dari berbagai sumber. Namun, kemudahan tersebut juga berdasarkan maraknya propaganda yang dapat memengaruhi cara pandang seseorang terhadap suatu isu.
Propaganda merupakan upaya penyebaran informasi yang bertujuan membentuk opini publik sesuai kepentingan pihak tertentu. Saat ini, propaganda tidak hanya ada dalam dunia politik, tetapi juga pada isu sosial, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari yang banyak beredar di media sosial.
Agar tidak mudah terpengaruh, mahasiswa perlu membiasakannya dengan memeriksa sumber informasi yang mahasiswa terima. Pastikan informasi berasal dari media yang kredibel atau sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, jangan hanya membaca judul. Banyak informasi yang sengaja dengan judul provokatif untuk menarik perhatian pembaca. Membaca isi berita secara utuh dapat membantu memahami konteks yang sebenarnya.
Mahasiswa juga perlu membandingkan informasi dari beberapa sumber berbeda. Langkah ini dapat membantu melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang dan mengurangi risiko menerima informasi yang menyesatkan.
Kemampuan berpikir kritis menjadi kunci utama dalam menghadapi propaganda. Sebelum mempercayai atau membagikan suatu informasi, tanyakan pada diri sendiri apakah informasi tersebut berdasarkan oleh fakta, data, dan bukti yang jelas.
Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi yang
benar dan bermanfaat. Dengan sikap kritis dan bijak, propaganda dapat disaring sehingga tidak mudah memengaruhi cara berpikir maupun pengambilan keputusan.
*Reporter: Yusri Saputra








