PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa memanfaatkan momen mudik pada bulan Ramadan sebagai waktu untuk beristirahat dari rutinitas perkuliahan yang padat. Setelah menjalani aktivitas akademik yang intens di perantauan, pulang kampung menjadi kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental.
Mudik yang umumnya mahasiswa lakukan menjelang Hari Raya Idulfitri ini tidak hanya mereka makna sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai jeda dari tekanan tugas, jadwal kuliah, dan aktivitas organisasi kampus. Perubahan lingkungan dari suasana kampus ke rumah dapat membantu mahasiswa merasa lebih rileks.
Selama berada di kampung halaman, mahasiswa cenderung memiliki waktu istirahat yang lebih teratur. Dukungan keluarga serta suasana yang lebih tenang turut berperan dalam mengurangi tingkat stres yang dialami selama perkuliahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, mahasiswa tetap harus mampu untuk menjaga keseimbangan antara istirahat dan tanggung jawab akademik. Beberapa tugas kuliah yang masih berjalan selama Ramadan tetap perlu mereka selesaikan agar tidak menumpuk setelah kembali ke kampus.
Selain itu, menjaga pola aktivitas harian selama Ramadan juga penting agar tubuh tetap bugar. Mengatur waktu tidur, sahur, dan berbuka secara teratur dapat membantu mahasiswa menjalani masa istirahat dengan lebih optimal.
Dengan memanfaatkan waktu mudik secara bijak, mahasiswa tidak hanya memperoleh waktu istirahat yang cukup, tetapi juga dapat kembali ke perkuliahan dengan kondisi yang lebih siap dan produktif. (*)
*Reporter: Musdalifah







