PROFESI-UNM.COM – Sikap manipulasi tidak selalu berbentuk tekanan keras, ancaman. Pada penerapannya, sikap manipulasi justru hadir dengan wajah halus, suara lembut, dan sikap seolah penuh pengertian yang membuat kamu merasa bersalah jika tidak menuruti.
Manipulasi bekerja dengan membuatmu mengorbankan batas, waktu, dan kepentingan sendiri demi meredakan ketidaknyamanan sesaat. Untuk itu buat Mahasiswa yang peduli akan kesehatan mentalnya, berikut contoh sikap manipulatif yang harus segera dihindari.
Pertama, Manipulasi bermain di rasa bersalah, bukan logika, manipulator jarang berdebat dengan alasan rasional, mereka menargetkan perasaan, kasihan, sungkan atau tidak enak hati. Manipulator sering memamerkan kesulitan, penderitaan, atau cerita personal untuk menciptakan tekanan emosional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, awal manipulasi dari permintaan kecil, ringan, dan tampak wajar. Setelah satu kali mengalah, batas menjadi lebih longgar, dan permintaan berikutnya terasa “tidak pantas” untuk ditolak.
Ketiga, empati dipelintir menjadi alat kendali. Manipulator sering memamerkan kesulitan, penderitaan, atau cerita personal untuk menciptakan tekanan emosional sehingga membuat kamu mau tak mau harus membantu.
Keempat, Manipulator sangat memahami kecenderungan kamu lebih takut pada ketidaknyamanan sosial daripada kerugian pribadi, sehingga itu menjadi ruang bagi mereka memegang kendali.
Kelima, manipulasi jarang menghargai penolakan saat kamu menolak dengan sopan, manipulator sering tidak berhenti. Mereka mengulang permintaan dengan nada berbeda, menambah cerita, atau memposisikan diri sebagai korban.
Itulah beberapa sikap manipulasi yang akan membahayakan kesehatan mental kamu. Tentu bagi kamu yang sudah paham, dan mengenali sikap manipulatif harus tegas, dan kendali emosi untuk menolak, karena kamu akan bisa tetap berempati tanpa kehilangan martabat. (*)
*Reporter : Florencya Alnisa Christin







