Ketika Istirahat Jadi Rasa Bersalah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 04:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa alami Toxic Productivity, (Foto: Int.)

Mahasiswa alami Toxic Productivity, (Foto: Int.)

Toxic
Mahasiswa alami Toxic Productivity, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Di balik semangat produktivitas yang digaungkan di kalangan mahasiswa, muncul fenomena baru yang mulai disorot toxic productivity. Istilah ini merujuk pada dorongan berlebihan untuk terus-menerus bekerja dan merasa bersalah saat beristirahat, bahkan ketika tubuh dan pikiran sudah lelah.

Banyak mahasiswa kini merasa perlu untuk selalu terlihat sibuk. Mulai dari mengikuti berbagai organisasi, magang, kuliah, hingga mengelola bisnis atau proyek pribadi. Media sosial turut memperkuat tekanan ini dengan menampilkan citra mahasiswa yang aktif dan serba bisa, menciptakan standar keberhasilan yang kadang tidak realistis.

Toxic productivity bukan hanya tentang bekerja keras, melainkan ketidakmampuan untuk berhenti. Mahasiswa yang mengalaminya kerap merasa bersalah saat beristirahat, menghindari waktu santai, dan merasa tidak cukup meskipun telah melakukan banyak hal.

Cari Judul Skripsi? Begini Cara Menemukannya Tanpa Stres

Fenomena ini berdampak pada kesehatan mental. Stres berkepanjangan, burnout, kecemasan, dan hilangnya motivasi belajar menjadi risiko nyata. Alih-alih menjadi lebih produktif, mahasiswa justru bisa kehilangan fokus dan arah karena beban yang terlalu besar.

Pakar psikologi pendidikan menyebutkan bahwa penting bagi mahasiswa untuk mengenali batas kemampuan diri. Istirahat dan waktu luang bukanlah bentuk kemalasan, melainkan bagian dari manajemen energi yang sehat. Menjaga keseimbangan antara tugas akademik, kegiatan non-akademik, dan waktu pribadi adalah kunci agar produktivitas tetap bermakna.

Baca Juga Berita :  Tips Jadi Mahasiswa yang Disukai Dosen, Bekal Penting bagi Mahasiswa Baru

Beberapa kampus mulai merespons isu ini dengan pendekatan lebih humanistik. Layanan konseling diperkuat, seminar tentang kesehatan mental diadakan, dan ruang diskusi dibuka agar mahasiswa dapat saling berbagi pengalaman tanpa stigma.

Kesadaran akan bahaya toxic productivity menjadi penting dalam dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan antara produktif yang sehat dan produktif yang memaksa. Menghargai waktu istirahat, menetapkan prioritas, serta memberi ruang untuk diri sendiri adalah langkah awal menciptakan keseimbangan hidup di tengah tuntutan yang terus berkembang.(*)

Reporter: Nurul Adhani Ilham

Berita Terkait

Tips Agar Kuliah Terasa Lebih Cerah Saat Berangkat ke Kampus di Pagi Hari
Jejak Sejarah Almamater Kampus
Mahasiswa Agen Perubahan di Lingkungan Kampus dan Masyarakat
Transisi Kemandirian dan Tantangan di Era Digital
Inflasi Menggerus Daya Beli Mahasiswa, Pengeluaran Harian Kian Meningkat
Kenali Kandungan Aktif Sesuai Masalah Kulit
Euforia Piala Dunia Waktu Untuk Mahasiswa lepas Penat
Olahraga Menjadi Kunci Penting Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Manusia
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:32 WITA

Tips Agar Kuliah Terasa Lebih Cerah Saat Berangkat ke Kampus di Pagi Hari

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:45 WITA

Jejak Sejarah Almamater Kampus

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:00 WITA

Mahasiswa Agen Perubahan di Lingkungan Kampus dan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:55 WITA

Transisi Kemandirian dan Tantangan di Era Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55 WITA

Inflasi Menggerus Daya Beli Mahasiswa, Pengeluaran Harian Kian Meningkat

Berita Terbaru

Potret Pamflet Pendaftaran Volunteer Kopma Festival 2026, (Foto:Int.)

Kopma

Kopma Festival 2026 Ajak Mahasiswa Jadi Volunteer

Senin, 22 Jun 2026 - 23:42 WITA

Potret Pamflet SI-KONSEN Manajemen, (Foto:Int.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Manajemen FEB Luncurkan SI-KONSEN, Permudah Mahasiswa Tentukan Konsentrasi Studi

Senin, 22 Jun 2026 - 23:31 WITA

Potret Sambutan Ketua Jurusan Seni  Rupa dan Desain, Irfan Ariffin dalam Pameran Tunggal, (Foto: Int.)

Fakultas Seni dan Desain

Suarakan Isu Lingkungan, Mahasiswa Seni Rupa Gelar Pameran Tunggal

Senin, 22 Jun 2026 - 23:12 WITA