PROFESI-UNM.COM — Elza Maulyta, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP), Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Makassar (UNM), jadi salah satu wisudawan termuda pada Wisuda Reguler Periode April, Rabu (15/4). Usia 20 tahun, ia berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu tiga tahun delapan bulan.
Dalam skripsinya, ia membahas seberapa besar minat siswa SMKN 5 Bulukumba untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi serta meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam menempuh pendidikan lanjut. Elza Maulyta mengungkapkan strategi konsistennya sejak awal kuliah hingga dapat lulus dengan cepat.
“Sejak awal kuliah, saya aktif mencari informasi akademik dan fokus membangun komunikasi kepada dosen bahkan operator kampus. Tentunya, menjaga nilai stabil dan displin mengerjakan tugas masa kuliah sangat membantu pengerjaan skripsi agar tidak tertunda,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, ia tak menampik adanya tekanan besar. Rasa jenuh dan waktu belajar yang padat, hingga kelelahan dalam pengerjaan revisi yang berulang. Ia mengatakan sulit bertemu dengan dosen pendamping saat ingin berkonsultasi mengenai pengerjaan skripsi tersebut.
“Saat revisi yang terus berulang, susah untuk temui dosen pembimbing, dan tentu tidak mudah karena perlu mental kuat dan penuh kesabaran,” katanya.
Baginya, dukungan dari orang tua yang mengantarkan dirinya agar bertekad dan berusaha mencapai gelarnya saat ini. Ia pun mengucapkan rasa terima kasih terhadap kedua orang tuanya.
“Saya ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya karena berkat dukungan dan prinsip mereka, selagi mau mencoba kenapa tidak. Saya berusaha untuk tidak menyerah,” ucapnya.
Menutup wawancaranya, Elza Maulyta berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu untuk melangkah lebih cepat sesuai kemampuan, sembari tetap fokus dan yakin terhadap kesempatan yang ada.
“Jangan takut untuk mencoba melangkah lebih cepat selama mampu menjalaninya. Jadi, fokus pada tujuannya dan tetap semangat menjalani prosesnya,” pungkasnya.
*Reporter: Ratna Wulandari







