PROFESI-UNM.COM – Menjelang akhir semester, banyak mahasiswa menghadapi tekanan akademik berupa tugas yang menumpuk dengan tenggat waktu semakin dekat, memicu stres, kelelahan, kesulitan konsentrasi, bahkan risiko burnout berkepanjangan bagi banyak pihak terkait.
Menurut pakar pendidikan, solusi utama dimulai dengan menyusun prioritas berdasarkan urutan deadline dan tingkat kesulitan, sehingga alokasi energi serta waktu belajar dapat terarah, efektif, dan proporsional bagi setiap tugas krusial.
Teknik Pomodoro, memakai pola dua puluh lima menit fokus dan lima menit istirahat, membantu menjaga konsentrasi, meminimalkan distraksi, meningkatkan efisiensi, serta mempertahankan motivasi ketika menyelesaikan tugas berat secara lebih konsisten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Membuat daftar to-do list harian menggunakan aplikasi digital seperti Notion, Trello, atau Google Keep membantu memecah pekerjaan besar menjadi bagian kecil terukur sehingga progres belajar terlihat konkret setiap hari berkelanjutan.
Survei internal Himpunan Mahasiswa sebuah kampus swasta di Bandung menunjukkan tujuh puluh dua persen responden mengaku sering menunda pekerjaan karena merasa deadline masih lama, menyebabkan tekanan berat menjelang penyerahan tugas.
Mahasiswa dianjurkan memanfaatkan fasilitas kampus, termasuk perpustakaan, ruang belajar bersama, dan kelompok studi, guna menciptakan lingkungan kondusif, saling berbagi referensi, serta mempercepat penyelesaian materi kuliah kompleks secara lebih terarah efektif.
Mengurangi distraksi gawai memakai fitur pembatas seperti Focus Mode atau aplikasi Forest membantu menahan dorongan membuka media sosial berulang sehingga waktu produktif belajar tetap terjaga sepanjang hari secara lebih optimal.
Istirahat berkualitas, terutama tidur cukup minimal tujuh jam setiap malam, berperan besar meningkatkan daya ingat, kejernihan berpikir, kreativitas akademik, serta ketahanan stamina ketika menghadapi jadwal kuliah padat secara lebih maksimal.
Dengan perencanaan matang dan disiplin konsisten, mahasiswa dapat menuntaskan tanggung jawab akademik tanpa tekanan berlebihan, menjaga kesehatan mental, serta mempertahankan keseimbangan antara studi, istirahat, produktivitas, dan kehidupan sosial yang seimbang. (*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin







