PROFESI-UNM.COM – Bulan Ramadan menjadi tantangan bagi mahasiswa yang sedang magang. Mahasiswa harus menyesuaikan ritme kerja dengan kondisi puasa. Tanpa pengaturan energi yang baik, fokus dan kinerja mudah menurun selama jam kerja.
Mahasiswa magang perlu mengatur prioritas tugas sejak pagi. Waktu pagi hingga menjelang siang biasanya menjadi fase energi paling stabil. Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi. Pola kerja seperti ini membantu menjaga produktivitas sepanjang hari.
Mahasiswa juga perlu mengatur ritme kerja dengan jeda istirahat singkat. Istirahat beberapa menit dapat memulihkan konsentrasi tanpa mengganggu pekerjaan. Mahasiswa sebaiknya menghindari aktivitas yang terlalu menguras tenaga pada siang hari. Strategi ini membantu menjaga stamina hingga waktu berbuka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pola makan saat sahur dan berbuka ikut menentukan energi kerja. Mahasiswa perlu memilih makanan bergizi seimbang dan cukup cairan. Makanan yang terlalu manis atau berlemak dapat memicu rasa lemas lebih cepat. Asupan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga selama magang.
Selain itu, mahasiswa perlu menjaga pola tidur selama Ramadan. Aktivitas malam sering mengurangi waktu istirahat. Mahasiswa dapat tidur lebih awal atau memanfaatkan waktu istirahat setelah pulang magang. Tidur cukup membantu menjaga fokus dan energi pada hari berikutnya.
Pengaturan energi yang baik membantu mahasiswa tetap profesional saat magang. Ramadan dapat melatih disiplin dan manajemen diri di dunia kerja. Dengan strategi yang tepat, mahasiswa tetap produktif meski menjalani magang sambil berpuasa.(*)
*Reporter: Yusri Saputra







