PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kuliah Umum Kebangsaan dan Diskusi Publik menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia (RI), Arif Satria sebagai narasumber. Kegiatan bertempat di Ballroom Theater Lantai 2 Menara Pinisi UNM pada Senin (8/6) .
Tema kegiatan ini yaitu “Peran IPTEKS dalam Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Saat kegiatan berlangsung, Arif Satria mengungkapkan bahwa BRIN akan memberi pendampingan kepada Perguruan tinggi yang mengarah pada tren baru.
“Inilah BRIN yang mesti ditaruh sebagai orkestrator. BRIN siap memberikan dampingan kepada perguruan-perguruan tinggi, tapi perguruan tinggi yang memang mengarah kepada tren baru”, ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengungkapkan bahwa untuk menjadi Innovation University UNM harus memiliki taman sains dan teknologi Atau Science Techno Park.
“Jadi UNM kalau ingin menjadi Innovation University, harus punya Science Techno Park Itulah jembatan industri dan dunia riset. Ada pabrik kecil yang dibangun untuk uji produk inovasi yang dihasilkan dan inkubator bisnis yang berkembang”, ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi riset antara BRIN dan Perguruan Tinggi yang akan membantu mahasiswa dan dosen.
“Oleh karena itu, Bapak, Ibu sekalian, di sinilah pentingnya kolaborasi riset antara BRIN dengan perguruan tinggi. Satu karena BRIN memiliki program talenta riset yang memungkinkan mahasiswa menyusun skripsi di BRIN. BRIN juga dapat membantu dosen-dosen yang baru lulus dari luar negeri maupun dalam negeri yang ingin melakukan postdoktoral”, sampainya. (*)
*Reporter: Nur Hafizhah







