Mithen Lullulangi Resmi Jadi Guru Besar UNM

0
43
Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Mithen Lululangi saat orasi ilmiah di Ruang Ballroom Teater Menara Pinisi, Selasa (13/9). (Foto:Int)
Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Mithen Lululangi saat orasi ilmiah di Ruang Ballroom Teater Menara Pinisi, Selasa (13/9). (Foto:Int)

PROFESI-UNM.COM– Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Mithen Lullulangi resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH). Pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Ballroom Teater Menara Pinisi, Selasa (13/9).

Dalam orasi ilmiahnya, Mithen Lululangi mengatakan, PKLH sangatlah penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan. Ia juga menambahkan bahwa dengan PKLH mampu memecahkan masalah lingkungan dan penduduk yang ada di sekitarnya.

“Perlu adanya sistem pendidikan yang berorientasi pada lingkungan yang akan memecahkan masalah lingkungan dan kependudukan melalui pembentukan warga negara atau masyarakat dunia yang sadar tentang kependudukan dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Profesor kelahiran Mamasa ini berterima kasih kepada seluruh pihak khususnya para pemimpin yang ada di kampus orange ini karena telah memberinya kesempatan untuk terus berkarya untuk UNM.

“Terima kasih support dan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua pihak, terutama kepada pimpinan UNM yang memberikan kesempatan pada saya untuk berkarya memberi dorongan sehingga di kukuhkan sebagai profesor pada hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNM Husain Syam juga memberikan apresiasi kepada dua dosen yang baru saja di kukuhkan. Menurutnya kedua dosen tersebut sangat pantas untuk mendapatkan gelar profesor dalam bidang pendidikan dan lingkungan hidup.

Lanjut, Husain Syam menjelaskan bahwa gelar profesor bukanlah gelar yang hanya di dapat dari pendidikan formal melainkan Jabatan akademik tertinggi dari seorang dosen yang memiliki karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jabatan profesor ini bukan jabatan melalui pendidikan formal tetapi merupakan bagian dari akumulasi kegiatan secara terus menerus kemudian hasilnya bisa di pertanggung jawabkan dan bisa memberi manfaat,” tambahnya. (*)

*Reporter:Anisya Dwi Utami R/Editor: Aliefiah Maghfirah Rahman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini