PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi berlangsung di depan tugu UNM, jalan A.P. Pettarani, Senin, (5/9). Varian Aksi puisi berjudul Orasi air mata yang dibawakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra (Himaprodi PBSI FBS UNM).

Pemerintah secara terang-terangan menaikkan harga BBM pada tanggal 4 September kemarin.Seperti diketahui, kenaikan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan para menterinya. Pemerintah berpendapat bahwa kenaikan harga mencerminkan harga minyak yang lebih tinggi dan peningkatan subsidi energi di seluruh dunia.

Perwakilan Himaprodi PBSI FBS UNM, Baso Ramadhan membacakan sebuah puisi yaitu “Orasi air mata”. Dalam puisi ini ia membawakan nilai-nilai perjuangan mahasiswa di tanah Indonesia.

“Tugas suci yang mulia menanti dipelataran kita berdiri di atas tanah, tanah air mata, tanah perjuangan tanpa henti, amanah darah yang tertumpah tangis Pertiwi tak terbalas kita berdiri gerbang masa. Masa untuk bangkit, bangkit untuk menang….menang melawan dadi penindas,” sebutnya.

Lanjut, ia menyerukan kepada para mahasiswa agar tetap kompak dalam menyalurkan aspirasi rakyat. Ia menegaskan keadilan yang harus disuarakan agar tidak terjadi resesi pada masyarakat Indonesia.

“Mari kita sama-sama rapatkan barisan kita sebagai mahasiswa UNM untuk menyuarakan suara rakyat. Mari kita suarakan keadilan jangan sampai kita sebagai rakyat itu semakin sengsara,” tuturnya. (*)

*Reporter : Nurul Ainun Munawaroh