PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi digelar didepan tugu UNM, jalan A.P. Pettarani. Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebut bahwa Pemerintah tidak tanggap melihat kemalangan rakyat, Senin (5/9).

Aidil Arya, selaku staf kementerian sosial dan politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA dalam orasinya, menyebutkan bahwa Kenaikan harga BBM sangat merugikan masyarakat golongan menengah ke bawah. Pemerintah diam seakan tutup mata melihat rakyat menderita.

“Orang-orang penting pada saat ini mereka hanya diam melihat rakyat menderita,” ungkapnya.

Lanjut, Mahasiswa angkatan 2019 ini juga menyatakan seluruh pemimpin yang ada di atas sana menikmati kedudukannya tanpa mempedulikan rakyat. Dengan realitas yang terjadi masyarakat terus terpuruk.

“Kita di bawah terik matahari menahan haus dan lapar untuk membela apa yang seharusnya kita dapat, saat ini rezim yang kejam telah duduk di singgah sananya berselimutkan AC yang dingin tertawa melihat kita,” tegasnya.

Aksi ini diikuti oleh ratusan Mahasiswa UNM termasuk Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas yang ada di UNM.

*Reporter: A. Nur Ainun/ Editor: Resky Nurhalizah