PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini berlangsung tepat di depan gerbang masuk Menara Pinisi UNM, Senin (5/9).

Aksi ini diikuti oleh ratusan Mahasiswa UNM termasuk Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas yang ada di UNM. Terlihat, mahasiswa datang dengan membawa sejumlah spanduk aspirasi bertuliskan “BBM NAIK RAKYAT MENJERIT” dan “BERSATU TUMBANGKAN TIRANI”.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, sejumlah mahasiswa terus bergiliran menyampaikan aspirasinya menolak kenaikan harga BBM.

Lanjut, dalam selebaran narasi yang disebar, aliansi mahasiswa UNM mengangap petinggi negara tidak mampu dan cerdik dalam menangani masalah kesejahteraan masyarakat. Yang mana masalah tersebut di bawah kendali roda pemerintahan.

“Pemerintah saat ini tidak konsekuen dan belum mampu menjalankan roda-roda pemerintahan
yang berorientasi terhadap kesejahtraan rakyat,” tulis aliansi mahasiswa dalam selebaran narasi aksi tolak kenaikan harga BBM.

Sementara itu, Jenderal lapangan, Rinaldi menegaskan bahwa kenaikan BBM ini mencerminkan tindakan pemerintah yang tidak pro pada masyarakat. Selain itu, kebijakan ini dinilai melanggar UUD 1945.

“Hari ini kami menyatakan bahwa pemerintah tidak pro kepada masyarakat, karena itu sama saja dengan mencederai UUD 1945,” tegasnya.

Terakhir, rencana kegiatan aksi demonstrasi ini akan dilaksanakan hingga pukul 17.00 WITA. (*)

*Reporter: Isnayanti/ Editor: Nur Arrum Suci Katili