PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (Fpsi UNM) meraih dua juara pada pemilihan Duta Bahasa se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2022 (Dubas Sulselbar 2022).

Mereka adalah mahasiswa Fpsi angkatan 2019. Nurul Alawiah (Terbaik I) dan Muh. Irsyad Yunus (Terbaik III).

Wakil Dekan Bidang Akademik Fpsi, Eva meizara mengaku bahwa mereka merupakan putra putri berprestasi yang memiliki jiwa ambisius tinggi. Mereka telah sering mengikuti lomba lomba sehingga mahir dari pengalaman.

“Dua orang ini sangat kompetitor betul. Sudah beberapa kali ikut duta, mahasiswa berprestasi. Mereka ikut ini itu belajar dari pengalaman yang lalu,” ungkap WD I pada wartawan Profesi, Rabu (10/8).

Lanjut, ia juga menjelaskan bahwa saingan dari Duta Bahasa ini sangat berat. Beberapa peserta Dubas Sulselbar memiliki karya dan menulis banyak buku. Akan tetapi, mahasiswa FPsi UNM yang mengikuti Dubas ini memiliki bekal pengalaman dalam pengabdian masyarakat.

“Saingan mereka itu sangat berat ada yang punya 10 buku, 15 buku, mereka cuma berapa. Mereka menang di pengabdian masyarakat. Mengajari anak membaca, mengaji, kesehatan,” jelasnya.

Pendaftaran Duta Bahasa Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2022 di mulai dari bulan Maret 2022. Rangkaian proses yang dilalui oleh para Duta Bahasa Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ialah mulai dari mengisi pendaftaran, menulis esai atau karya tulis ilmiah. Kemudian seleksi untuk masuk ke 50 besar, terdiri dari 25 putra dan 25 putri.

Setelah berhasil lolos pada 50 besar, para peserta Dubas Sulselbar ini kembali di screening untuk masuk ke 24 besar dengan pemberian tugas pembuatan konten video berbahasa daerah. 24 besar yang terdiri dari 12 putra dan 12 putri ini di saring kembali menjadi 10 besar, 5 putra dan 5 putri.

10 besar Dubas maju ke tahap final dengan mengikuti 4 hari kegiatan. 1 hari pelaksanaan yang dilakukan secara daring, dan 3 hari karantina dimulai dari 27 hingga 29 Juli. Yang terakhir, pengumuman pemenang Dubas Sulselbar di Malam Penganugerahan pada 29 Juli. (*)

*Reporter: Eka Cahya/ Editor: Nur Arrum Suci Katili