PROFESI-UNM.COM – Demisioner UNM, Putra Handayani mengatakan bahwasannya Facebook masih menjadi lapak terbaik untuk memasarkan sebuah produk bisnis. Hal itu diutarakannya saat diundang menjadi pembicara pada kegiatan kelas kewirausahaan Lembaga Kekaryaan Member Business Networking (MBN) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ia menjelaskan akun pribadi di Facebook masih lebih banyak dibandingkan dengan Youtube ataupun media sosial yang lainnya. Sehingga, ketika beriklan akan banyak target yang bisa dituju.

“Akun pribadi di Facebook lebih banyak dibandingkan akun pribadi di Youtube, sehingga ketika kita beriklan banyak target yang bisa kita tuju, tinggal bagimana caranya agar iklan yang kita buat bisa sampai ke beranda mereka,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia menuturkan bahwa Facebook memiliki kelebihan yang memberikan wadah untuk para calon pebisnis yang ingin memasarkan barang ataupun jasanya secara gratis. Melalui Marketplace, para pebisnis bisa mengatur target pasar masing-masing.

“Salah satu kelebihannya Facebook juga sudah menyediakan marketplace untuk seluruh penggunanya dan dapat memasarkan produk kita secara gratis dan dapat disetting sesuai dengan target pasarnya,” tuturnya.

Putra (sapaannya) pun mengungkapkan Facebook bisa saja digeser oleh Tiktok saat ini dengan berbagai inovasinya. Namun, ia tetap yakin bahwasannya Facebook akan selalu berbenah.

Selain itu, Mantan Ketua Umum Kopma Almamater UNM ini menambahkan beberapa kesalahan yang kerap terjadi ketika ingin terjun ke digital marketing. Ia merasa masih banyak yang hanya ikut-ikutan dan tidak serius dalam menggeluti bisnisnya.

“Masih banyak kesalahan seperti kurangnya inovasi pebisnis dalam produk atau jasanya. Mereka juga kurang memahami dalam memasarkan barang dan jasanya dengan baik lewat online. Kebanyakan mereka hanya ikut-ikutan,” tambahnya.

Terakhir, Putra berharap agar mahasiswa terutama yang berkecimpung di Kopma Almamater UNM untuk memulai bisnis. Alasannya, karena berbisnis diawal tidak perlu yang bermodal tinggi.

“Saya berharap agar teman-teman bisa memulai bisnis, setidaknya teman-teman bisa memulai menjadi reseller atau dropshipper yang mana hal ini tidak memerlukan modal yang tinggi,” harapnya.(*)

*Reporter: Azmi Dzulfikar Laitupa/Editor: Ahmad Husen