PROFESI-UNM.COM – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Direktorat Riset, Teknologi, Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-ristek) melakukan pelatihan penggunaan pompa irigasi sawah panel surya di Balai Desa Parambambe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Minggu, (24/7).

Penggunaan pompa irigasi sawah panel surya diharapkan dapat mengurasi pengeluaran dan penggunaan Bahan Bakar Mesin (BBM) yang menjadi bahan utama para petani untuk memompa air dari saluran irigasi yang dibuat di tengah sawah ke area persawahan mereka.

Biasanya, luas 30-35 are sawah membutuhkan 8 liter BBM dengan waktu rata-rata 10 jam hngga air memenuhi seluruh permukaan tanah. Sedangkan, setiap petak sawah yang telah penuh dengan air hanya butuh waktu 3 sampai 4 hari hingga airnya kembali berkurang dan kering.

Mengakali penggunaan BBM, petani memodifikasi mesin pompa agar dapat menggunakan r gas LPG 3 Kg. Namun, Petani membutuhkan 2-3 tabung gas LPG
3 Kg untuk mengairi sawah hingga 30 are selama 3 hari dimana mesin pompa beroperasi ratarata 8 jam/ hari.

Dari penggunaan Bahan Bakar tersebut, masalah lain pencemaran tanah dan polusi udara tidak bisa terelakkan. Berdasarkan masalah tersebut, Tim PKM DRTPM FT UNM mengangkat tema “Pompa Irigasi Sawah Ramah Lingkungan pada Sawah Tadah Hujan berbasis Tenaga Surya”, yang terdiri dari dosen teknik elektronika, teknik mesin, dan teknologi pertanian. Serta sembilan mahasiswa.

Ketua Tim Pengabdian, Fitrah A. Darmawan mengatakan, perguruan tinggi, termasuk dosen harus peka terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikaji selayaknya dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dimasyarakat.

“Tujuan kami hadir di tempat ini untuk memahamkan masyarakat akan penggunaan teknologi pompa irigasi ramah lingkungan berbasis tenaga surya,” kata Dosen FT UNM, Fitrah A. Darmawan.

Menjadi pelatihan perdana di Desa Parambambe, para Tim disambut baik Kepala Desa Parambambe, Muh. Risal. Selain menyampaikan rasa terima kasih, Ia pun berharap pompa irigasi sawah dapat mengatasi masalah para petani saat musim kemarau tiba.

“Terima kasih telah berkenan memberi pelatihan, semoga pompa ini dapat membantu petani mengairi sawahnya,” ucap Kepala Desa Parambambe, Muh. Risal. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A