PROFESI-UNM.COM – Forum Studi Islam (FSI) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) membahas soal pelecehan seksual lewat Ngobrol Psikologi Islam (NGOPI). Diskusi itu digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Sabtu (23/7).

Mengangkat tema “Pelecehan Seksual di Lingkungan Keagamaan, Kok Bisa?”, diskusi ini menghadirkan Tri Sugiarti M. Bakri sebagai pemateri.

Dosen Psikologi itu menuturkan, lingkungan dan pakaian yang sesuai agama tidak menjamin terhindar dari pelecehan seksual.

“Jika menganggap perempuan sumber masalahnya, maaf, melihat ke lingkungan yang harusnya menjadi ranah-ranah keilmuan agama, kerudungnya itu sudah sangat besar dan pakaiannya sangat longgar tapi kenapa tetap terjadi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia memaparkan penyebab kasus pelecehan seksual bisa terjadi di lingkungan keagamaan adalah status dan janji dari oknum yang berusaha menarik korban.

“Oknum berlindung pada status yang dianggap suci dan dihormati di masyarakat sehingga memungkinkan mereka melakukan kamuflase serta iming-iming atau janji juga menjadi bagian untuk membujuk para korbannya,” jelasnya.

Founder sekaligus Co-Founder Gen Q-Zone tersebut juga menegaskan pentingnya pengetahuan mengenai ilmu yang benar untuk menghadapi pelaku pelecehan seksual sehingga bisa terhindar.

“Perlu ilmu yang benar untuk menghadapi oknum dengan gerak-gerik melenceng, calon korban bisa berkofrontasi saat di-iming-imingi hal yang mereka manipulasi untuk melancarkan aksinya,” ujarnya.

Terakhir, Tri berpesan agar para orangtua mampu memberikan edukasi kepada anak sedini mungkin terkait batasan tubuh mereka.

“Orang tua mengajari anak sedini mungkin mengenai batasan-batasan tubuh mereka yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh siapapun bahkan oleh orang yang mereka hormati,” pesannya. (*)

*Reporter: Nur Rahmasari/Editor: Andi Gusmaniar Irnawati