PROFESI-UNM.COM – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) mewajibkan setiap peserta akan membuat dua Karya Tulis Ilmiah (KTI). KTI yang akan dibuat yaitu KTI non penelitian sebagai tugas individu dan KTI penelitian sebagai tugas kelompok.

Hal tersebut disampaikan pada Technical Meeting II Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK) XXV setelah melewati tahap seleksi. Technical meeting yang diikuti sebanyak 109 peserta ini dilaksanakan di Aula Gedung Bahasa Arab (16/7).

Tujuan dari TM II ini adalah menjelaskan kepada peserta mengenai mekanisme PMP-OMK XXV yang akan peserta lalui. Pada TM II ini peserta akan mendapatkan pengarahan seputar mekanisme PMP. Setiap peserta akan membuat dua Karya Tulis Ilmiah (KTI) yaitu KTI non penelitian sebagai tugas individu dan KTI penelitian sebagai tugas kelompok. Peserta dibagi atas beberapa kelompok penelitian berdasarkan tema penelitian yang telah dipilih dan terdapat dua mentor dan satu panitia pengarah yang akan membimbing disetiap kelompok dalam penyelesaian KTI penelitian. Kemudian, setiap peserta memiliki mentor individu dan paper yang membimbing dalam penyelesaian KTI non penelitian.

Ketua Panitia yakni Muh. Fadhil Firdaus menyampaikan agar peserta menyimal dengan baik prosedur yang akan dilakukan selama pelatihan ini. Selain itu, diharapkan hubungan dan komunikasi antar peserta dan mentor terjalin dengan baik. hal itu dimaksudkan agar pendampingan menjadi terarah.

“Peserta diharapkan menyimak dengan baik mekanisme, alur dan apa saja yang akan dikerjakan selama Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP). Selain itu, hubungan adik-adik dengan kakak mentornya terjalin dengan baik agar setiap kendala yang dialami akan selalu didampingi dan dibantu oleh kakak-kakak mentornya”, tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Panitia Pengarah yakni Aninda Lestari berharap pada TM II ini para peserta dapat mendalami alur dan prosedur penelitian, serta aturan yang telah ditetapkan. Tak lupa pula peserta harus dapat memanfaatkan peluang ini dengan maksimal.

“Harapan saya pada TM II ini, peserta bisa memahami terkait hal-hal yang akan dilakukan baik itu alur maupun aturan yang ditetapkan dan paling penting peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik”, harapnya. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili