PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Marhaen menggelar webinar Jurnalisme bertema “Upaya Mitigasi Pers Mahasiswa dalam Mengangkat Isu Sensitif”. Webinar ini berlangsung secara online melalui Zoom Cloud Meeting, Sabtu (25/6).

LPM Marhaen menghadirkan tiga narasumber, yaitu Syifa Nur Layla (Pemimpin Redaksi LPM Institut), Ade Wahyudin (Direktur Eksekutif LBH Pers), dan Erwin Dariyanto (Manager Editor detik.com).

Pemateri pertama, Syifa mengungkapkan peran pers mahasiswa penting dalam mengawal kasus kekerasan seksual sehingga membuahkan hasil.

Baca Juga: 13 PTN Ini Gunakan Skor UTBK untuk Jalur Mandiri

“Kita sebagai Persma perlu mengawal isu kekerasan seksual yang sedang diperjuangkan, agar ada tindakan bukan sekadar regulasi”, ungkapnya.

Sementara itu, pemateri Ade Wahyudin menjelaskan pentingnya keberimbangan dalam meliput isu sensitif seperti kekerasan seksual, di mana jurnalis menyajikan fakta dari korban dan tidak berpihak.

“Persma dan wartawan tidak hanya mendengarkan korban. Tapi harus melakukan investigasi untuk mencari fakta. Jangan memposisikan diri sebagai pembela korban, karena jurnalis bukan pembela. Kita juga harus siap dalam konteks data dan naskah”, jelasnya.

Baca Juga: Pahami Prinsip Kausalitas Sebab-Akibat

Hal ini didukung oleh Erwin yang juga memaparkan bahwa tugas pers adalah memberitakan dan mengedukasi meskipun kerap kali dihadapkan dengan masalah sensitif.

“Pers dalam memberitakan peristiwa, kerap dihadapkan pada situasi problematis terkait hal sensitif di masyarakat. Selain memberitakan, pers juga bertugas mengedukasi publik.”, ungkapnya. (*)

*Reporter: Malikah Izzati Ananda Muslimin/Editor: Andi Gusmaniar Irnawati