PROFESI-UNM.COM – Tugas semua sekolah secara etika, moral dan biologis adalah untuk memaksimalkan potensi manusia. Efek ini baru dapat diperoleh bila secara serius menciptakan kebijakan yang berguna bagi setiap pelajar.

Pengayaan adalah tanggapan biologis positif terhadap lingkungan yang kontras, yang mana perubahan-perubahan yang terukur, sinergis dan global telah terjadi dalam otak. Sebagai kebijakan pendidikan, pengayaan berarti lebih dari sekedar komitmen dari para pembuat kebijakan dan para pendidik untuk menciptakan iklim spesifik di sekolah.

Pengayaan berarti bahwa kurikulum, penilaian, lingkungan dan instruksi semuanya harus ditinjau ulang. Adapun tujuh faktor pemaksimal pengayaan ke dalam sebuah konteks sekolah.

1.Kegiatan Fisik
Latihan membantu peningkatan pelepasan faktor neurotropik yang diturunkan otak (BDNF- Brain-Derived Neurotrophic Factor), yang mendukung fungsi belajar dan memori dan memperbaiki serta memelihara jaringan-jaringan saraf, fernando Gomez-Pinilla berserta tim dari UCLA menemukan bahwa gerak badan fakultatif meningkatkan kadar BDNF dalam hippokampus, suatu area otak yang melibatkan fungsi belajar dan memori. Selain itu, gerak badan menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah. Kalsium ini dibawa ke pada otak, di sini kalsium meningkatkan sintesa dopamin yang membuat otak semakin tajam untuk fungsi kognitif menyelesaikan masalah dan fungsi memori kerja.

2.Pembelajaran yang Baru, Menentang dan Penuh Arti
Otak manusia di desain oleh alam untuk bertahan. Belajar adalah satu-satunya cara untuk melakukannya, karena kita hidup dalam dunia yang jauh lebih kompleks daripada salah satu rangsangan tanggapan yang sederhana. Pembelajaran baru meningkatkan ketahanan dan fungsionalitas otak. Pembelajaran baru dan penuh arti adalah kunci, dan sekolah yang berkualitas mengubah otak kita. Relevansi penting karena tugas-tugas yang tak berarti tidak memberikan pengayaan. Stimulasi dasar saja tidak mendorong perubahan yang memperkaya dalam otak, kita memerlukan sebuah konteks yang memiliki arti pada sebuah kegiatan untuk mendapatkan perubahan yang bertujuan dalam otak, dan studi menunjukkan bahwa sebuah pembelajaran yang relevan dan memiliki arti lebih baik.

3.Kerumitan yang Logis
Kerumitan merupakan bagian besar dari hal-hal yang menentang otak. Kerumitan ini memerlukan pemindahan dari satu faktor kognitif ke faktor kognitif lainnya, mengalokasi sumber-sumber seperti memori kerja dan pengelolaan stress. Persoalan tentang stress ini besar karena bila kompleksitas berlebihan dan menjadi kekacauan, pembelajaran yang tadinya berpotensi baik dapat menjadi kejadian yang sangat menekan. Kerumitan merupakan sebuah pengalaman sekolah saat para siswa melihat sekolah sebagai pengalaman yang menyibukkan (tetapi bukan yang mengacaukan), menarik (tetapi bukan mengancam), dan menantang (tetapi bukan yang sulit diatasi). Dua strategi disarankan untuk membuat kerumitan menjadi lebih sederhana.

4.Tingkat Stress yang Terkendali
Banyak siswa mengalami stress setiap hari yang melebihi atau di atas batas-batas yang sehat. Stress ini datang dari gangguan sesama teman, guru guru yang kasar, para orang tua yang terlalu menuntut dan kejadian kejadian dalam kehidupan. Bangunlah lingkungan yang biasanya dapat memberi inspirasi dan tantangan kepada para pelajar. Buatlah lingkungan tersebut tidak begitu kacau, cukup nyaman dan tidak begitu besar dan lebih dapat diperkirakan

5.Dukungan Sosial
Otak para siswa tidak pernah menjadi dewasa dalam kekosongan. Otak itu menjadi sesuatu yang ramah terhadap manusia dalam konteks lingkungan sosial. Kuncinya adalah rasa memilki dan hubungan. Para pemimpin dan staf sekolah yang membuat sekolah menjadi tempat bagi iklim sosial positif melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda. Mereka biasanya memastikan biasanya memastikan adalah prosososial dan menghargai hubungan-hubungan.

6.Nutrisi yang Baik
Nutrisi para siswa yang positif memerlukan dua bagian pertama, pendekatan pertama, mendidik  orang tua tentang dampak kognitif dan tingkah laku yang sebenarnya dari nutrisi. Kedua, mendidik siswa tentang bagaimana otak mereka bekerja dan bagaimana nutrisi mempengaruhi kerja otak tersebut. Ajarkan kepada mereka makanan mana yang memiliki pengaruh meningkatkan dan yang mana yang dapat menimbulkan ketenangan diri. Ajarkan juga kepada mereka tentang bahan gizi yang dapat meningkatkan kognisi yang penting.

7.Waktu yang Mencukupi
Para siswa memerlukan waktu untuk mengembangkan ketertarikan bakat, keterampilan dan hasrat mereka memerlukan jadwal sehari-hari dengan waktu untuk berefleksi, bersosialisasi dan meninjau diri kembali. Mereka memerlukan pekerjaan rumah yang membuat mereka memahami konsep-konsep baru. Akhirnya, mereka memerlukan beberapa pilihan dalam kecepatan yang mereka gunakan untuk maju melalui sekolah.

Tulisan ini dikutip dari buku dengan judul “Memperkaya Otak, Cara Memaksimalkan Potensi Setiap Pembelajar” pada halaman 177-187 oleh Eric Jensen yang di terbitkan pada tahun 2008 oleh PT Indeks, Jakarta. (*)

*Reporter: Nurmalianti Zaid/Editor: Nur Arrum Suci Katil