PROFESI-UNM.COM – Metafisika adalah cabang filsafat yang memperbincangkan tentang hakikat realitas. “Apakah sesuatu yang benar-benar ada itu?” merupakan pertanyaan mendasar yang diajukan dalam kajian metafisika.

Sekilas hal itu tampak sebagai pertanyaan yang sangat sederhana tentang sesuatu yang menyita banyak waktu tanpa guna. Selanjutnya, rata-rata orang merasa sangat yakin tentang ‘realitas’ dunianya. Tanyalah kepada nya, dan ia kemungkinan besar akan berkata kepada Anda agar membuka mata dan melihat jam di dinding, agar memperhatikan suara kereta api yang lewat, atau agar membungkuk dan menyentuh lantai yang Anda injak. Ini semua, kata dia, adalah sesuatu yang nyata ada.

Bagaimanapun di saat melakukan perenungan, seseorang terdorong untuk mempertanyakan konsep-konsep awalnya tentang realitas. Sebagai contoh, apa yang nyata ada dari lantai tempat Anda berdiri? Tampaknya, hal ini memiliki keberadaan yang cukup gamblang, yakni lantai yang jelas rata, padat dan halus; ia mempunyai warna khusus, ia terbuat dari bahan-bahan tertentu, seperti kayu, dan konkret, dan ia menyangga berat badan Anda. Selintas, hal demikian merupakan realitas dari lantai tempat Anda berdiri.

Andaikata ada seorang ahli fisika ditanya tentang realitas lantai, ia akan menjawab bahwa lantai tersusun dari molekul-molekul, molekul-molekul terdiri dari atom-atom; atom mengandung elektron, proton dan neutron; dan itu semua pada akhirnya hanya energi elektrik (listrik). Menurutnya, lantai yang sesungguhnya adalah ‘alas-panas’ dari gerak molekuler yang mana ia lebih berupa ruang daripada zat.
Tanggapan ketiga tentang realitas lantai dikemuka kan oleh ahli kimia yang melihat gambaran lain tentang realitas lantai. Menurutnya, lantai adalah himpunan hidro karbon yang menyatu dalam suatu cara tertentu dan tunduk pada pola tertentu dari pengaruh-pengaruh lingkungan, semisal panas, dingin, lembab, kering, dan oksidasi.

Hal itu menunjukkan bahwa persoalan realitas bukanlah sesederhana apa yang terlihat sekilas. Jika realitas suatu lantai yang demikian umum saja membingungkan, apalagi menyangkut persoalan-persoalan yang lebih besar yang hadir membentang di hadapan pencari realitas sejati alam semesta.

Tulisan ini dikutip dari buku “Filsafat Pendidikan: Terjemahan” Oleh George R. Knight diterjemahkan oleh Dr. Mahmud Arif, M.Ag yang diterbitkan pada Agustus 2007 oleh penerbit Gama Media. (*)

*Reporter: Hikmah Mughni Nur An Nisa/Editor: Mujahidah