PROFESI-UNM.COM – Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2022 yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar resmi ditutup. Hari terakhir diklat berlangsung di Malino, Kabupaten Gowa, Minggu (12/6).

Diklat yang bertujuan memberikan pelatihan jurnalistik sekaligus merekrut anggota baru ini berlangsung selama 4 hari, sejak tanggal 9 sampai 12 Juni. Diklat diadakan di dua tempat, yakni Makassar dan Malino.

Sebanyak 69 peserta mengikuti diklat ini sampai akhir dan dinyatakan lulus. Peserta yang lulus kemudian dikukuhkan dengan nama angkatan Spionase.

Pemimpin Umum, Muh. Ilham Raihan menjelaskan alasan pemberian nama angkatan tersebut karna menilik dari arti spionase sendiri adalah pengintaian untuk memperoleh informasi, sehingga dengan nama ini angkatan 2022 dapat menjadi jurnalis yang peka keadaan dan melek isu serta cerdas memastikan kevalidan informasi.

“Spionase kan kerja mata-mata, mengawasi, semacam kerja investigasi jadi doanya untuk angkatan ini  bisa menjadi orang yang pintar membaca keadaan, mengawasi isu-isu yang ada, khususnya isu yang ada di kampus”, jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ilo tersebut menuturkan peran jurnalis yang seperti mata-mata ini sangat dibutuhkan di masa sekarang, guna memastikan kebenaran suatu informasi di tengah banyaknya hoax yang beredar.

“Informasi sekarang banyak yang lagi simpang siur. Maka fungsi kalian adalah memastikan informasi simpang siur ini. Saya kira kalau teman-teman kerja cerdas, pintar membaca keadaan pastinya bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan benar”, tuturnya.

Terakhir, mahasiswa angkatan 2019 tersebut berharap generasi baru LPM Profesi dapat menjadi penerus yang andal, kritis, dan lebih tanggap akan isu-isu yang tersebar.

“Bisa menjadi genarasi baru, yang lebih cerdas, kritis, dan tanggap akan sesuatu”, harapnya. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati