PROFESI-UNM.COM – Videografer SCTV Indosiar, Andi Mohammad Sardi menjadi pemateri Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2022. Diklat yang sudah berlangsung selama 2 hari ini diselenggarakan di Baruga Anging Mammiri, Jumat (10/6).

Pria yang akrab disapa Idho tersebut membawakan materi terkait videografi jurnalistik. Ia mengajak peserta praktek langsung mengambil video untuk kemudian dievaluasi.

Dalam praktiknya, Idho menuturkan konsep video yang akan dibuat harus sudah disusun sebelumnya agar terarah.

“Sebelum mengambil video, itu sudah ada gambaran di kepala mau ambil video seperti apa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan dalam pengambilan video harus menghindari zoom yang berlebih karena akan menurunkan kualitas video. Ketika berpindah dari satu sisi ke sisi lain, diusahakan transisinya mulus dengan menyelesaikan detail tiap sisi.

“Hindari zoom supaya tidak ada bintik-bintik hitam karena resolusinya rendah. Terus kalau ambil video di sebelah kanan, jangan langsung berpindah ke sebelah kiri. Tuntaskan dulu di satu sisi, baru pindah agar transisinya smooth,” jelasnya.

Terakhir, Idho menyampaikan banyak jenis kamera yang digunakan untuk mengambil video dan memiliki kualitas berbeda-beda. Namun kamera DSLR tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh jurnalis karena pola kerja video berita yang berlebihan.

“Terdapat jenis jenis alat yang digunakan untuk video, masing-masing punya kualitas. DSLR banyak digunakan untuk conten creator, tapi kalau untuk news itu riskan karna news itu pola kerjanya terus menerus. Tidak dianjurkan pakai DSLR. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati