PROFESI-UNM.COM – Hari kedua Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2022 dirangkaikan dengan materi Fotografi Jurnalistik. Kegiatan ini berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Jumat (10/6).

Materi Fotografi Jurnalistik ini dibawakan oleh Yusuf Ahmad, dimana ia merupakan seorang fotografer jurnalistik.

Dalam materinya, Yusuf menjelaskan perbedaan foto jurnalistik dengan foto biasa ada pada informasi yang tergambarkan. Foto jurnalistik mampu bercerita mengenai kejadian, sedangkan foto biasa umumnya hanya dimengerti secara personal.

“Foto jurnalistik itu foto yang bercerita. Semua orang bisa mengambil foto, tapi apakah foto tersebut bisa memberikan informasi, atau menceritakan sesuatu, karna di situlah perbedaan foto jurnalistik dengan foto biasa”, jelasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menambahkan kualitas daya tarik suatu foto semakin tinggi jika mampu menggambarkan kejadian dengan baik. Artinya Semakin respresentatif foto maka semakin bagus digunakan dalam jurnalistik.

“Foto itu bernilai karna cerita yang dia tampilkan lewat visualnya. Foto jurnalistik sebaiknya bisa menggambarkan kejadian yang diberitakan”, tambahnya.

Fotografer dengan berbagai penghargaan tersebut menyampaikan tidak perlu izin untuk mengambil foto keperluan jurnalistik. Namun jika untuk keperluan iklan atau promosi maka foto yang digunakan membutuhkan izin dan mungkin saja berbayar.

“Fungsi jurnalistik, tidak perlu izin. Kalau untuk promosi, iklan, maka harus izin dan bayar”, tuturnya.

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati