PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar talkshow bertema “Pers Bisa Apa di Era Digital?”. Talkshow berlangsung di Ballroom pinisi, Kamis (9/6).

Talkshow yang menjadi rangkaian Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2022 ini menghadirkan dua pemateri andal di jurnalistik. Pemateri pertama adalah Akmal Idrus yang merupakan presenter TVRI dengan berbagai pengalaman di dunia jurnalistik. Sedangkan pemateri kedua adalah seorang jurnalis dari Tribun Timur, yakni Muhammad Ilham Arsyam.

Talkshow ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai fungsi pers di era digital saat ini. Akmal Idrus menjelaskan pers tidak bisa bersifat apatis dan statis, namun harus adaptif dan dinamis, terutama di tengah kepungan digitalisasi.


“Dulu memang kita cuma eksis di Koran, tapi saat ini berubah. Media pers tidak boleh berada pada posisi nyaman, karena perubahan pasti ada,”jelasnya.

Senada dengan itu, Ilham Arsyam juga menyampaikan pers berfungsi sebagai filter informasi. Pers tidak boleh menerima informasi tanpa menyaring dan menyelidiki kebenaran hal tersebut.

“Pers itu harus muncul sebagai informasi, jangan hanya mengutip, harus menyaring dan memposisikan diri sebagai filter terhadap kebisingan hoax. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati