[OPINI] UNM Mengundi Nasib: Megungkap Predator Seksual atau Menjaga “Nama Baik” Kampus

0
83
Foto Penulis. (Foto-Ist).
Foto Penulis. (Foto-Ist).

PROFESI-UNM.COM – Kampus merupakan pusat dalam kegiatan belajar-mengajar, baik secara formal yang biasanya dilakukan di ruang kelas antara dosen dengan mahasiswa maupun secara non formal misalnya organisasi dan berbagai kegiatan yang sifatnya tidak mengikat.

Dalam proses belajar-mengajar ini, tentu menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan pengetahuannya, mengasah potensi diri sehingga mampu pempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta memiliki daya saing yang dapat diandalkan.

Ketimpangan Yang Terjadi

Jika kampus dikatakan sebagai pusat pendidikan, lain cerita dengan Universitas Negeri Makassar (UNM), belakangan ini, sosial media diributkan dengan isu pelecehan seksual oleh salah satu oknum tenaga pendidiknya.

Dengan beredarnya beberapa isu di media sosial tentang curhatan korban pelecehan seksual yang kini berani speak up mengenai para predator seksual di kampus, menjadi instrumen untuk kita semua, bahwa kampus sedang tidak meunjukkan keramahannya, juga menjadi penanda, bahwa ruang aman untuk para mahasiswa sedang tidak terjamin.

Modus keji yang di lakukan predator seksual itu beragam, ada yang menyuruh mahasiswanya datang untuk perbaikan nilai, juga ketika mahasiswanya menghadap untuk bimbingan skripsi. Perlakuan biadab yang di lakukannya mulai dengan memegang tangan, paha, tidur di pangkuan, memeluk bahkan sampai membuka baju korban. Berdasarkan pengumpulan data yang dirilis oleh estetikapers pada 18 April-14 Juni 2021 ada 38 kasus kekerasan seksual yang berhasil di ungkap, di antaranya ada 31 kasus kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa, 4 kasus dilakukan oleh dosen dan 3 kasus lainnya yang belum di perjelas oleh pelaku dan tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus kekerasan seksual yang belum terungkap di lingkup Universitas Negeri Makassar.

Dengan maraknya isu pelecehan seksual di media sosial, seharusnya pihak kampus mengambil langkah untuk menangani perbuatan biadab ini, bukan hanya penerapan dari Permendikbudristek No. 30 tahun 2021 (tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi), tetapi juga sebagai bentuk memanusiakan manusia jika di perlakukan tak layak. Seharusnya ada tindak lanjut dari pihak kampus, guna memastikan suasana kampus yang aman, nyaman dan bebas dari para predator seksual itu.

Namun itu semua jauh dari kata pengharapan, pihak kampus hari ini masih dalam kondisi buta dan tuli dengan realitas yang terjadi, tidak ada tindak lanjut apapun, layaknya benda mati yang tak bisa merespon apapun. Itu dibuktikan berdasarkan konfirmasi yang di rilis oleh estetikapers bahwa ketua Umum HMJ Bahasa Inggris FBS UNM, Muh. Fakhrul armas telah mengirim surat kepada rektor dan Komisi Disiplin (Komdis) UNM, dengan harapan, pihak universitas menyegerakan tindak lanjut atas kasus dugaan tersebut, namun teramat disayangkan karna tidak ada tindak lanjut dari keduanya justru laporannya di kembalikan ke pihak fakultas.

Pemberian efek jerah yang di berikan pihak kampus terhadap pelaku kekerasan seksual itu tidak tepat, apatah lagi pelaku memiliki jabatan atau pengaruh besar di kampus, yang membuat pelaku tidak di berikan sanksi sebagaimana mestinya. Misalnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di FBS UNM, dimana pelaku itu adalah tenaga pengajar dari FBS UNM itu sendiri yang di berikan sanksi skorsing hanya satu semester. Kebijakan ini jauh dari kata keadilan hanya karena untuk menjaga nama baik pelaku serta citra kampus sehingga keadilan tidak lagi di tegakkan. Tentu hal ini tidak memberikan efek jerah, yang justru membuat para pelaku tetap melakukan aksi biadabnya.

Dengan terus meningkatnya kasus kekerasan seksual, tentu ini menjadi pertanda bahwa tidak ada perhatian khusus dari kampus untuk menyikapi kasus kekerasan seksual, tidak ada konfirmasi ataupun rilis khusus dari pihak universitas. Hal ini tidak bisa di biarkan begitu saja, karena dengan tidak mengambil tindakan untuk menghentikan perlakuan biadab itu maka seolah-olah kita semua mengamini perbuatan keji demikian.

Mendesak Pimpinan Kampus Agar Menerbitkan SOP Terkait Permendikbutristek No. 30 tahun 2021

Menyikapi fenomena kasus kekerasan seksual yang terus-menerus bertambah di lingkup Universitas Negeri Makassar, Sebagai pimpinan kampus yang bertangungjawab penuh atas segala bentuk pelecehan yang terjadi, Maka pimpinan kampus harus menerbitkan SOP terkait dengan Permendikbudristek No. 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Penerbitan SOP terkait dengan Permendikbudristek No. 30 tahun 2021 khususnya pasal 6 No. 3 poin b yaitu “Menbentuk Satuan Tugas”. Sekiranya pihak kampus bisa secepatnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menindak lanjuti tindakan kekerasan seksual ini, baik kasus yang sudah terungkap ataupun yang belum terdeteksi, agar memberi pelayanan kepada korban dalam proses penyembuhannya, dan memberikan efek jerah kepada pelaku kekerasan seksual, serta menyusur para predator seksual yang belum terungkap dilorong-lorong kampus.

Upaya ini dilakukan agar kita semua dapat memastikan keamanan serta kenyamanan dalam proses belajar-mengajar dikampus, yang tidak hanya bertindak ketika sudah banyak korban, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan dari hal-hal yang tidak diharapkan.

Tidak bisa dimungkiri,kekerasan seksual kini sangat mengkhawatirkan, maka dari itu, semua eleman kampus harus berperan aktif dalam mengawal, khususnya para Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang memiliki peran dan fungsi sebagai wadah penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pimpinan kampus serta mengadvokasi problematika yang terjadi di lingkungan sekitar.

Menurut hemat saya, LK memiliki peran penting dalam mengawal kasus kekerasan seksual ini dan harus sama-sama komitmen untuk mendesak pimpinan kampus agar secepatnya menerbitkan SOP tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. (*)

*Penulis adalah Sulaiman saputra yang merupakan Mahasiswa Jurusan Psikologi UNM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini