[OPINI] Permasalahan Di Dunia Pendidikan

0
109
Foto Penulis (Ist).
Foto Penulis (Ist).

PROFESI-UNM.COM – Dalam dunia pendidikan berbagai permasalahan sering dijumpai, baik yang normal maupun tidak normal, salah satu yang tidak normal menurut saya yaitu tidak memperbolehkan siswa laki-laki memiliki rambut panjang. Dikarenakan hal ini dianggap oleh kebanyakan dari tenaga pendidik dapat mempengaruhi proses pembelajaran, bahkan ada yang menganggap rambut panjang bagi laki-laki sebagai orang yang memiliki kepribadian buruk, bandel atau bahkan seringkali dianggap sebagai orang yang tidak memiliki masa depan.

Mengapa Sekolah Tidak Memperbolehkan Siswa Laki-laki Memiliki Rambut yang Panjang?

Alasan mengapa sekolah tidak memperbolehkan siswa, utamanya yang laki-laki memiliki rambut yang panjang itu beragam. Setiap sekolah memiliki alasan yang berbeda-beda, mulai dari alasan yang mempermasalahkan penampilan dikarenakan memiliki rambut panjang atau gonrong disebut tidak rapi, bahkan ada sekolah yang memiliki alasan dan peraturan yang tidak masuk akal, salah satunya dapat mengganggu proses pembelajaran. Salah satu peraturan yang tidak masuk akal menurut saya yaitu mewajibkan siswa untuk memotong rambut maksimal 3 cm. Menurut saya hal itu tidak bisa di benarkan begitu saja, dikarenakan proses pembelajaran terdiri dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran ataupun kenyamanan proses pembelajaran tersebut, ini tergantung bagaimana cara seorang pelajar laki-laki memaknai suatu proses pembelajaran.

Beberapa atau bahkan semua sekolah di Indonesia memberlakukan yang namanya razia rambut. Razia rambut ini umumnya di lakukan pada saat upacara bendera pada hari Senin atau bahkan guru BK sendiri yang jalan ke setiap kelas untuk memeriksa apakah ada siswa yang memiliki rambut panjang. Di saat upacara bendera pada hari senin guru BK atau bimbingan konseling biasanya berjalan untuk mencari siswa yang tidak taat pada aturan yang berlaku. Siswa yang dianggap tidak taat ini dipisahkan dari barisan upacara dan dikumpulkan di belakang barisan untuk diberikan sanksi, biasanya sanksi tersebut yaitu guru BK atau bimbingan konseling mencukur satu per satu siswa yang di anggap melanggar aturan tersebut sembari di beri wejangan yang menurut saya tidak masuk akal. Kenapa saya bilang tidak masuk akal, kebanyakan wejangan yang diberikan itu menyerang ke personal, salah satunya mengenai kepribadian. Banyak guru beranggapan bahwa siswa yang berambut panjang itu memiliki kepribadian yang buruk, bandel atau bahkan bisa disebut bodoh. Rambut panjang juga di hubung hubungkan mengenai masalah kedisiplinan, padahal menurut saya kedisiplinan itu tergantung dari didikan orang tua, tidak ada hubungan antara kedisiplinan dengan rambut panjang.

Bagaimana Solusi dari Permasalahan Rambut Panjang Siswa Laki-laki?

Menurut saya, salah satu solusi dari permasalahan rambut panjang tersebut adalah menghilangkan, menghapus ataupun meninjau kembali peraturan yang ada di sekolah tersebut mengenai ukuran maksimal rambut bagi siswa laki-laki, karena menurut saya peraturan ini bisa dibilang tidak masuk akal, kedisiplinan ataupun penampilan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah rambut panjang ini. Apakah rambut pendek yang bahkan tidak bisa di apa apa kan bisa dikatai rapi?, dan juga apakah rambut panjang yang di sisir dan dipakaikan minyak rambut tidak bisa dikatan rapi?. Apabila alasan dari dilarangnya rambut panjang di sekolah adalah untuk mendisiplinkan, menurut saya masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat siswa lebih disiplin, dan juga peraturan tidak diperbolehkan siswa berambut panjang ini tidak ada alasan yang cukup jelas dan alasan yang membuat kita bisa berterima dengan aturan tersebut.

Menurut buku Paulo Freire yang pernah saya baca yang berjudul “Pendidikan Kaum Tertindas”, salah satu kutipan yang saya ambil yaitu, “Pendidikan harus menjadi arena pembebasan manusia sehingga mengantarkan orang menemukan dirinya sendiri”. Arena pembebasan di sini dapat saya simpulkan bahwa pelajar atau peserta didik bebas untuk mengekspresikan dirinya sebebas mungkin baik dari pengetahuan hingga penampilan, dan juga bisa diselipkan di sini mengenai peraturan rambut panjang tersebut bahwasanya tidak ada sedikitpun kebebasan di dalam peraturan tersebut.

*Penulis adalah Muh. Aidil Adnan Syahputra M, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UNM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini