PROFESI-UNM.COM – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) telah melakukan penaksiran kerugian yang dialami pasca kebakaran pada rabu (18/5) sekitaran pukul 23.00.

Di perkirakan total kerugian akibat kebakaran KPRI mencapai ratusan juta. “Kerugian mencapai 100an juta lebih,” ungkap Tuti, Kepala KPRI saat ditemui.

Tuti mengatakan dalam insiden kebakaran ini, api melalap pada bagian dapur saja dan membuat retakan pada tembok akibat ledakan tabung gas, semua berkas dan barang-barang penting masih tetap utuh karena api hanya melalap pada bagian dapur.

“Hanya ada ledakan, jadi hanya retak-retak, yang terbakar hanya dapur yang lain tidak ada yang terbakar, alhamdulillah dokumen-dokumen masih lengkap tidak adaji yang terbakar,” katanya.

Kejadian ini juga mengakibatkan salah satu security mengalami luka bakar dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

“Security yang kena kebakaran, kena api mukanya tapi sudah baikan, tadi sudah datang masih ada bekas-bekas luka kebakaran,” lanjut Tuti.

Mantan Wakil Dekan III FEB ini juga mengungkapkan akan kembali memperbaiki, namun sebelumnya ia akan memperkirakan terdahulu berapa biaya penanggulangan untuk pengerjaannya.

“Sebenarnya sudah dikerja ini tapi saya panggil orang dulu untuk persentasekan berapa biayanya,” ujarnya.

Terakhir, ia juga akan diberikan bantuan dari pihak keuangan untuk membantu biaya anggaran renovasi.

“Sementara juga ada pihak lembaga keuangan yang katanya mau bersumbang,” ungkapnya. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah