Tak Ada Laporan Korban, Pimpinan UNM Enggan Tangani Kasus Pelecehan Seksual

0
370
Ilustrassi pelecehan seksual, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Dugaan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi lagi-lagi menggegerkan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Dosen berinisial HB diduga lecehkan mahasiswa.

Terbongkarnya dugaan pelecehan ini, usai korban curhat melalui media sosial. Curhatannya tersebar cepat, dan kemudian viral.

Merespon kejadian tersebut, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) UNM, Sukardi Weda mengatakan akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku pelecehan seksual.

Ia tidak membenarkan alasan apapun yang menjadi penyebab tindakan pelecehan seksual, karena akan berdampak tidak hanya fisik korban namun juga psikisnya.

“Pelaku perlu diberikan sanksi tegas sesuai dengan perbuatannya sebagai efek jera dan menjadi warning kepada predator lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama,” ujarnya pada awak Profesi UNM, Selasa (31/5).

Sukardi Weda mengatakan untuk para korban pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Teknik (FT) dengan dosen berinisial HB, agar segera melapor ke pihak pimpinan untuk ditindaklanjuti.

Namun karena sampai saat ini belum ada laporan masuk dari korban secara langsung, ia belum menindaklanjuti kasus tersebut.

“Tindak lanjut itu dilakukan, kalau ada laporan yang masuk,” ucap pria asal Sidrap ini.

Ia menambahkan, Speak Up di media sosial tidak cukup untuk membuat kasus pelecehan seksual tersebut ditindaklanjuti, namun perlu adanya laporan kepada pihak pimpinan.

“Speak up perlu diikuti dengan laporan, yakni yang merasa korban perlu melaporkan kejadian tersebut, supaya ada tindak lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, curhatan beberapa penyintas kasus kekerasan seksual tersebar di akun Mekdiunm. Terduga pelaku dikabarkan adalah salah satu dosen di Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, UNM.

Zea (nama samaran) ingat betul peristiwa itu. 17 April 2022, menjadi hari yang menakutkan bagi Zea. Terduga pelaku yang berinisial A, secara tiba-tiba menyentuh pahanya dengan sengaja. Zea yang sedang asik dengan urusan kampusnya lalu secara spontan menepis tangan dosen tersebut.

Peristiwa yang dialami Zea membekas dan mengganggu psikisnya. Zea mengaku trauma dan takut untuk sekadar menatap wajah terduga pelaku.

Setiap bertemu di kampus, ia lebih memilih untuk menundukkan kepala untuk menghindari kontak mata secara langsung. (*)

*Reporter: Mustika Fitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini