PROFESI-UNM.COM – Belakangan ini beberapa kasus kekerasan seksual terjadi di berbagai lingkup, tak terkecuali di lingkungan pendidikan. Hal ini menimbulkan banyak dampak negatif bagi korban sampai mengalami trauma berkepanjangan.

Dilansir dari halo.doc, Fadhli Rizal Makarim mengatakan korban yang mengalami kekerasan seksual memiliki dampak psikologis, emosial, dan fisik pada penyintas. Tak hanya itu, ada juga beberapa reaksi emosional, salah satunya yakni depresi, bahkan kerap kali mengalami kilas balik, di mana korban mengalami trauma masa lalu.

“Banyak reaksi emosional dan dampak psikologis kekerasan seksual yang dapat dialami oleh korban pelecehan dan pemerkosaan, depresi adalah salah satunya. Penyintas juga kerap mengalami kilas balik, di mana ingatan trauma masa lalu terasa seolah-olah terjadi pada saat sekarang,” katanya.

Tak hanya itu saja, untuk jangka panjang, ada juga dampak psikologis kekerasan seksual bagi korban, seperti:

1. Self-Harm 
Sengaja melukai diri sendiri sebagai bentuk tekanan emosional yang dirasakan. Untuk melepaskan “tekanan emosional” tersebut, penyintas melukai diri. 
2. Infeksi Menular Seksual 
Bukan tak mungkin penyintas kekerasan seksual juga bisa terinfeksi penyakit menular seks dari pelaku. Tidak hanya memerlukan perawatan fisik, terkadang orang dengan infeksi menular seks juga dibebani emosi negatif, apalagi ketika tahu penyakit seks tersebut diperoleh dari pelaku. 
3. Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang
Terkadang beban emosi dan perasaan negatif terhadap diri sendiri ingin dihilangkan dengan cara mengonsumsi obat-obatan terlarang. Awalnya mungkin hanya ingin coba-coba, namun bisa jadi ketagihan dan malah kecanduan. 
4. Disosiasi 
Disosiasi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri dengan cara memisahkan memori dengan keadaan diri yang sekarang. Perilaku disosiasi ini memicu gangguan kepribadian pada diri penyintas. 
5. Serangan Panik 
Serangan panik adalah munculnya ketakutan dan kecemasan yang intens dan terjadi dalam situasi ketika mungkin tidak ada bahaya langsung. Serangan panik cenderung dialami oleh mereka yang punya trauma, pernah mengalami pelecehan, atau tingkat stres yang tinggi.
6. Gangguan Makan 
Kekerasan seksual dapat berpengaruh pada penyintas dalam banyak cara, termasuk persepsi tubuh dan perasaan kontrol diri saat makan.
7. Gangguan Tidur 
Gejala gangguan tidur dapat mencakup kesulitan untuk tertidur atau tetap tidur, tidur pada waktu yang tidak biasa, tidur lebih lama atau lebih singkat dari biasanya.
8. Bunuh diri 
Bunuh diri dapat dicegah dan pikiran untuk bunuh diri tidak permanen. Jika saat ini kamu berpikir untuk bunuh diri, segera dapatkan bantuan psikologis atau berbicara dengan orang yang dipercaya.  (*)

*Reporter: Muh. Ilham Raihan Yusuf