PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat (ASMARAT) kembali melakukan demonstrasi. Para demonstran itu berada di titik aksi Jl. Sultan Alauddin pada pukul 9 pagi dan melanjutkan aksinya di gedung DPR pada Senin, (11/4) pukul 15.00 Wita.

Salah satu oratur, Muhammad Alif dalam orasinya mengatakan aksi yang dilakukan pada 11 April itu berawal dari informasi mengenai akan berlanjut masa jabatan Presiden RI, Joko Widodo hingga tiga periode.

“Maka itu kami mahasiswa dan beberapa masyarakat menganggap keputusan itu sangat tidak bijak, hanya kepentingan para pemimpin,” ungkapnya.

Selain itu, kebijakan mengenai harga kebutuhan pokok yang tidak menjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Kelangkaan minyak goreng, sangat meresahkan masyarakat. Pemerintah akan menaikkan BBM. Sebagai kebutuhan pokok, itu semua harganya tidak menjangkau untuk keperluan sehari-hari masyarakat,” tuturnya

Lebih lanjut, Alif berharap agar pihak pemerintah bisa lebih memperhatikan dan mengutamakan masyarakat-masyarakat kecil.

Tidak hanya dari mahasiwa yang ada di Makassar, Aksi unjuk rasa ini juga dilakukan oleh aliansi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Aksi serentak tersebut menyita perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Hal itu diketahui dari beberapa aparat kepolisian hingga wakil rakyat yang mengucapkan langsung dukungannya kepada para mahasiswa yang mengikuti aksi.

Salah satu aparat kepolisian, Chairul memberikan dukungan langsung saat di lokasi aksi. Ia juga mengatakan mahasiswa dapat melakukan unjuk rasa selama tidak melewati batas dan sesuai prosedur.

“Jadi untuk unjuk rasa silakan saja yang penting jangan melakukan hal-hal yang anarkis dalam arti kata mengganggu kepentingan umum sehingga pengguna jalan merasa dirinya itu terhambat untuk kegiatannya,” ujar Chairul. (*)

*Reporter: Mujahidah