Ilustrasi microteaching. (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COMMicroteaching dimulai pada tahun 1960-an. Microteaching memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan-keterampilan mengajar yang spesifik seperti penguatan positif.

Micro artinya kecil, terbatas, sempit. Adapun teaching artinya mengajar. Berarti microteaching adalah situasi pengajaran yang dilaksanakan dalam waktu dan jumlah peserta didik terbatas, yaitu terdiri dari 10-20 menit dengan jumlah peserta didik 5-10 orang. Menurut Sardiman, microteaching adalah meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar.

Klaughlin dan Moulton mendefinisikan bahwa microteaching merupakan sebuah metode latihan penampilan yang dirancang secara jelas dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses mengajar, sehingga guru/calon guru dapat menguasai setiap komponen satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan.

Hal tersebut juga senada dengan yang diungkapkan Sukirman bahwa microteaching adalah sebuah pembelajaran dengan salah satu pendekatan atau cara untuk melatih penampilan mengajar yang dilakukan secara “mikro” dengan teman sejawat.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa microteaching merupakan sistem pengajaran yang di dalamnya menekankan penguatan keterampilan-keterampilan dasar mengajar, baik dalam menyampaikan materi pelajaran sampai kepada pengelolaan kelas.

Microteaching dilakukan oleh calon guru yang ingin menjadi guru, dan guru pemula yang ingin mengembangkan cara mengajarnya. Microteaching bertujuan untuk melatih calon guru/guru pemula agar menjadi pendidik yang profesional.

Microteaching menuntut calon guru agar mahir dalam menerapkan model maupun pendekatan pembelajaran, teori belajar, dan memanfaatkan sumber belajar maupun media agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai target.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Microteaching di SD/MI” yang ditulis oleh Fauzan, Syafrilianto, dan Maulana Arafat Lubis, diterbitkan oleh Kencana. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati