PROFESI-UNM.COM – Ikatan Keluarga Mahasiswa Bidik Misi (IKBIM) Kartu Indonesia Pintar (KIP) Universitas Negeri makassar (UNM) menggelar webinar nasional PENA pada Jumat, (25/3).

Salah satu guru besar UNM, Arismunandar menjadi pemateri dalam webinar ini. Materi yang dibawakan menekankan pada transformasi pembelajaran, salah satunya mengenai belajar mandiri.

“Ada beberapa cara baru dalam pembelajaran di masa ini, contohnya tidak usah selalu menunggu untuk dibimbing sama guru atau dosen, kita harus kuasai strategi belajar mandiri”, jelasnya.

Selain belajar mandiri, Ia juga menekankan hal lain yang perlu dicamkan dalam pola pikir Mahasiswa agar bisa bersaing dengan masyarakat global.

“Cara lama itu kalau berprestasi dengan kompetisi, sekarang lebih kepada kolaborasi. Cara lama juga kalau kita berpikir belajar bahasa asing itu tidak perlu, sekarang usahakan minimal belajar Bahasa Inggris”, katanya.

Lebih lanjut, ex rektor UNM 2 periode ini membandingkan kemajuan antara Indonesia dan Korea Selatan saat ini. Menurutnya, meskipun tahun merdekanya sama, tetapi Indonesia masih ketinggalan jauh dalam berbagai hal khususnya pendidikan dan teknologi.

“Sangat banyak produk Korea Selatan yang kita konsumsi, mereka teknologinya sangat maju. Hal itu karena proses pendidikannya yang baik. Indonesia perlu mencontoh itu”, bebernya.

Terakhir Aris mengatakan bahwa Indonesia belum memunculkan tanda-tanda dalam sistem pendidikan yang lebih baik untuk 2045 mendatang.

“Proses pembelajaran perlu diubah. Sebentar lagi kita akan mengalami bonus demografi, persiapkan diri kalian”, katanya. (*)

*Reporter: Andi Nurul Izzah Ilham