Ilustrasi Metaverse, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Metaverse merupakan bagian dari perkembangan teknologi web 3.0 dengan terwujudnya generasi yang lebih canggih dari dari teknologi yang sudah ada.

Dikutip dari Instagram Ditjen.dikti, Metaverse mengemas konsep dunia virtual di mana seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya dalam bentuk avatar dirinya sendiri. Dalam dunia digital ini penggunanya dapat berinteraksi, bekerja, ataupun bermain melalui headset realitas virtual, kacamata augmented reality, atau perangkat lainnya.

Berikut model bentuk Metaverse yaitu:

  1. Horizon: Dunia virtual yang dapat memilih atau membuat daerah sendiri seperti kantor, pegunungan, tempat bermain, atau tempat apapun yang ingin dituju.
  2. Avatar: Pengguna dapat menciptakan avatar-nya sendiri sesuai dengan keinginannya seperti avatar manusia dengan gender laki-laki atau perempuan lengkap dengan pakaiannya, atau berwujud lain seperti robot, binatang, dan lain-lain.
  3. Kegiatan virtual: Pengguna dapat melakukan aktivitas yang sama layaknya di dunia nyata seperti bekerja, bermain, berolahraga, dan lain-lain.
  • Kelebihan Metaverse
  1. Memberikan cara berkomunikasi digital yang lebih memukau dengan memberikan aspek baru seperti sentuhan fisik atau tampilan yang lebih kompleks.
  2. Meningkatkan platform media sosial dengan memberikan kebiasaan yang lebih luas lagi.
  3. Pengaplikasian dalam bisnis dapat mengubah cara manusia berjualan dan beriklan melalui metaverse. Selain itu, pebisnis juga bisa melakukan kegiatan bisnisnya dari rumah masing-masing.
  4. Pengaplikasian dalam pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dengan pengalaman yang tidak terbatas di metaverse.
  • Kekurangan
  1. Membutuhkan konsumsi teknologi yang tinggi karena metaverse menghasilkan sebuah grafis yang kompleks dan berkualitas tinggi.
  2. Akses untuk mendapatkan alat yang mendukung metaverse membutuhkan biaya yang besar.
  3. Kemungkinan adanya perubahan sosial dan budaya karena tidak terbatasnya metaverse.
  4. Relevansi dari metaverse masih belum cukup seperti apakah dunia virtual betul-betul diperlukan atau tidak dalam berkomunikasi atau beraktivitas. (*)

*Reporter: Mustika Fitri