Anggota DPRD temui massa aksi di depan kantor DPRD provinsi Sulawesi selatan pada Selasa, (8/3). Foto: Andi Nurul Izzah Ilham.

PROFESI-UNM.COM – Aksi yang digelar dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR) menuntut jaminan tempat tinggal dan pekerjaan yang layak bagi perempuan serta seluruh warga korban penggusuran di Pesisir Pantai Merpati Bulukumba. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor DPRD Provinsi Sulsel, Selasa (8/3).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengarahkan warga pesisir Pantai Merpati di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba yang tergusur agar sedikit sabar.

Anggota komisi C, Andi Januar Jaury Dharwis menuturkan akan segera menangani kasus tersebut, akan tetapi harus memperhatikan peraturan yang memang menjadi kedaulatan pemerintah provinsi.

“Kami akan melakukan langkah cepat. Namun, kami juga harus taat konstitusi dan aturan yang memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” tuturnya di depan massa aksi.

Ia mengharapkan masyarakat yang terdampak relokasi Pantai Merpati agar memaklumi hal tersebut dan sedikit sabar.

“Mohon dimaklumi dan mohon sedikit sabar,” sebutnya.

Lanjut, anggota DPRD Fraksi Demokrat itu berjanji bahwa aksi unjuk rasa yang digelar pada hari ini tidak akan sia-sia karena Ia beserta tim akan mengajukan rapat dengar pendapat untuk membantu mengatasi persoalan tersebut.

“Setidaknya kunjungan teman-teman di sore hari ini kami jamin tidak akan sia-sia. Setelah ini kami akan meminta pimpinan untuk mengadakan rapat dengar pendapat,” ucapnya. (*)

*Reporter: Nur Arrum Suci Katili