Proses pembelajaran di kelas, (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang berpusat pada murid, bukan kepada guru. Guru hanya sebagai fasilitator. Pendekatan saintifik berisikan proses pembelajaran yang didesain agar murid belajar secara aktif melalui suatu tahapan-tahapan. Pendekatan saintifik lahir atas munculnya Kurikulum 2013.

Pendekatan saintifik termasuk dalam student centered approach, karena dalam prosesnya lebih mengutamakan murid yang aktif dalam proses pembelajaran dan guru berperan sebagai fasilitator.

Menurut Rudolph, pendekatan saintifik telah digunakan di Amerika sejak akhir abad ke-19. Secara eksplisit, pendekatan saintifik juga sudah digunakan dalam kurikulum di Indonesia. Istilah learning by doing merupakan pembelajaran yang intinya membelajarkan murid melalui suatu kegiatan, sehingga murid berperan aktif dalam proses belajarnya.

Menurut Rusman, pendekatan saintifik adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada aktivitas murid melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membuat jejaring pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

Sedangkan Daryanto menyatakan bahwa pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar murid secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

Berdasar uraian dari pendapat ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa saintifik merupakan pendekatan yang di dalamnya dapat mengaktifkan suasana pembelajaran antara guru dengan murid sehingga melahirkan kondisi aktivitas aktif melalui lima tahapan yaitu ATCAK (amati, tanya, coba, asosiasi, komunikasi).

Pendekatan saintifik lebih menekankan murid agar aktif daripada guru, sebab guru hanya sebagai fasilitator saja, sedangkan yang mengeksekusi adalah murid.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Microteaching di SD/MI” yang ditulis oleh Fauzan, Syafrilianto, dan Maulana Arafat Lubis, diterbitkan oleh Kencana. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati