Ilustrasi proses pembelajaran di kelas, (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang di dalamnya dapat mengaktifkan suasana pembelajaran antara guru dengan murid sehingga melahirkan kondisi aktivitas aktif melalui lima tahapan yaitu ATCAK (amati, tanya, coba, asosiasi, komunikasi).

Pendekatan saintifik lebih menekankan murid agar aktif daripada guru, sebab guru hanya sebagai fasilitator saja, sedangkan yang mengeksekusi adalah murid. Adapun berbagai tahapan dalam pendekatan saintifik, berikut penjelasannya.

  1. Mengamati
    Kegiatan mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran. Kegiatan mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu murid, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Melalui cara ini murid dapat menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan guru.
  2. Menanya
    Menanya adalah kegiatan bertanya atau mempertanyakan hal-hal yang berhubungan dengan objek yang telah diamati. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan/soal tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan terkait apa yang diamati. Kompetensi yang akan dikembangkan pada kegiatan menanya adalah mengembangkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis.
  3. Mencoba
    Mencoba atau mengumpulkan informasi atau mengeksplorasi merupakan kegiatan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang identifikasi masalah yang telah dihasilkan melalui berbagai macam kegiatan. Kegiatan belajar dapat dilakukan melalui percobaan, penelusuran, perlakuan, dan lain-lain. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan data adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar, dan belajar sepanjang hayat.
  4. Mengasosiasi/Menalar
    Kegiatan ini merupakan pengolahan informasi yang sudah dikumpulkan, baik hasil kegiatan eksperimen maupun hasil dari kegiat an mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Melalui kegiatan mengasosiasi/menalar, murid diharapkan dapat mengaitkan satu kejadian yang diperoleh dari hasil diskusi dengan pengetahuan yang dikaji pada saat pembelajaran. Karakter yang diharapkan dari tahapan kegiatan ini, murid diharapkan lebih memiliki sikap ketelitian dan dapat mengembangkan rasa ingin tahu yang tinggi.
  5. Mengomunikasi
    Kegiatan ini dilakukan sebagai penyampaian informasi atas hasil dari tahapan asosiasi ataupun menalar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan mental murid dalam berbicara di depan teman-teman atau orang lain. Melalui kegiatan ini, murid diharapkan dapat memiliki sikap tanggung jawab pada saat mereka diberikan sebuah penugasan.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Microteaching di SD/MI” yang ditulis oleh Fauzan, Syafrilianto, dan Maulana Arafat Lubis, diterbitkan oleh Kencana. (*)

*Reporter: Andi Gusmaniar Irnawati