Rachmat A. Sriwijaya, Ketua Sub Kelompok Kerja IISMA, (Foto: Ist).

PROFESI-UNM.COM – Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan sosialisasi program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang menghadirkan langsung Rachmat A. Sriwijaya selaku Ketua Sub Kelompok Kerja IISMA sebagai pemateri. Sosialisasi tersebut dilakukan secara daring melalui platform zoom room meeting, Jumat (18/2).

Program IISMA ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa yaitu lewat kuliah di luar negeri selama satu semester. Rachmat dalam pemaparannya, menyebut program yang diluncurkan sejak Mei tahun lalu merupakan program primadona mahasiswa saat ini. Bagaimana tidak, mahasiswa akan didanai segala kebutuhannya secara gratis.

Beberapa hal yang di-cover oleh Kemenristekdikti menggunakan dana LPDP, seperti biaya pendaftaran, SPP, biaya hidup dan akomodasi, biaya pesawat dan visa, PCR, biaya karantina, dan asuransi kesehatan.

“Misalnya, untuk berkuliah di University of Pennsylvania di Amerika, SPPnya Rp300 juta/semester. Ibaratnya, Anda kuliah 1 orang di Amerika sama dengan 10 atau lebih orang di Indonesia,” pungkas Dosen Teknik Mesin UGM itu.

Lebih lanjut, Ketua Presidium Teknik UGM itu menjelaskan program IISMA akan dilakukan secara luring, berbeda dengan program lainnya sehingga mahasiswa akan datang langsung ke negara tujuannya.

“Program ini satu-satu menggunakan mobilitas fisik karena mahasiswa tidak sekadar belajar di dalam kelas tapi harus benar-benar mengenal negaranya dan akrab dengan kultur di sana,” terangnya.

Bagi Rachmat, selain program ini bisa direkognisi sebanyak 20 (dua puluh) SKS, mahasiswa juga dituntut untuk mengembangkan kompetensinya sehingga bisa bersaing di dunia global.

“Ke depan satu bidang itu tidak menjamin untuk Anda bisa berkompetisi di masa depan. Kalau ada misalnya Teknik Sipil, tapi tahu tentang Budaya, Komunikasi, dan leadership, maka Anda punya nilai lebih dengan yang lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kordinator MBKM UNM, Khaeruddin mengatakan program memberikan dan mempersiapkan mahasiswa lulusan perguruan tinggi yang berkualitas, berpikiran terbuka, dan membekali mahasiswa untuk dapat pengalaman dan pengetahuan global untuk siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan Society 5.0.

“Program ini dapat memperkaya dan memperkuat potensinya sesuai dengan minat dan cita-citanya. Semoga melalui sosialisasi IISMA dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk mengikuti program ini,” tutur dosen fisika ini.

Sosialisasi IISMA ini, selain diikuti oleh ratusan mahasiswa, juga diikuti oleh dosen, ketua progam studi, ketua jurusan, dan wakil dekan bidang akademik dalam lingkup se-UNM.

Sekadar diketahui, program IISMA akan dibuka pendaftarannya pada Maret mendatang yang menghadirkan 71 universitas dari 31 negara untuk dijadikan pilihan mahasiswa berkuliah. Adapun persyaratannya, yakni mahasiswa terdapat pada pangkalan data pendidikan tinggi, terdaftar dalam platform MBKM, mahasiswa semester 4-6, memiliki IELTS 6,0 atau TOEFL iBT 78. (*)

*Reporter: Mustika Fitri