Penyerahan plakat kepada Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institut, Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Husen-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi narasumber pada kuliah umum menuai beragam spekulasi dari sivitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM). Salah satunya mengenai politik praktis oleh Rektor UNM, Husain Syam.

Spekulasi yang muncul ditanggapi oleh Rektor UNM. Husain Syam menuturkan bahwa ruang diskusi atau interaksi dengan dunia politik tidak boleh ditutup, sebab kemajuan perguruan tinggi merupakan buah manis dari interaksi politik yang dibangun.

“Kalau ingin tidak maju perguruan tinggi, yah jangan berintraksi dengan politik. Kalau mau maju harus interaksi politik, karena segala keputusan pasti lewat politik baik itu tentang anggaran dan pendidikan,” tuturnya.

Selain itu, rektor dua periode yang digadang-gadang maju sebagai Calon Gubernur Sulawesi Barat 2024 itu menyampaikan bahwa mahasiswa tidak boleh berpikir ada politik praktis dibalik kegiatan kuliah umum dengan AHY.

Menurutnya, kegiatan seperti itu adalah ajang pengembangan wawasan mahasiswa serta proses interaksi untuk memperoleh dukungan dalam pembangunan kampus nantinya.

“Nggak juga politik praktis, yang ada itu kita bergaul dan berinteraksi, untuk kepentingan mahasiswa dan ketika kita ingin melakukan sebuah proses pembangunan tentu kita harus cari cara agar memperoleh dukungan, bukan berarti bahwa setelah ini rektor mau berpolitik. Nanti datang waktunya itu,” pungkasnya.

Sementara itu, AHY enggan berkomentar terkait politik saat ditanyakan oleh wartawan. Menurut stafnya agenda yang dilakukan yaitu kuliah umum di wilayah kampus sehingga tidak etis membicarakan agenda politik dari AHY. (*)

*Reporter: Andi Nurul Izzah Ilham